ARTIKEL

Bayi Jarang Menangis, Haruskah Bunda Merasa Khawatir?

Jun 27, 2019 6:18pm

Tangisan bayi bagi kebanyakan orang tua sangat ditunggu ketika bayi baru dilahirkan dari proses persalinan. Ini menandakan bahwa sang bayi terlahir dengan selamat. Secara umum, bayi yang baru lahir hingga lima bulan pertama mengalami periode menangis hingga berjam-jam. Ini lumrah terjadi karena pada usia tersebut bayi cenderung rewel dan susah ditenangi. Sebaliknya, orang tua cenderung khawatir apabila si kecil jarang mengeluarkan tangisan.  

Memang, terdapat beberapa bayi yang cenderung jarang menangis jika dibandingkan dengan bayi pada umumnya. Namun, penelitian yang dilakukan Ronald Barr, MD dari University of British Columbia, menyatakan bahwa setiap bayi berusia dua minggu hingga 3-4 bulan kerap memasuki periode menangis, terutama pada pagi dan malam hari. Lantas, haruskah Bunda merasa khawatir jika di usia dini si kecil jarang menangis? Simak penjelasannya berikut, Bunda!

Kenali reaksi bayi

Bunda, tidak semua bayi identik dengan menangis. Seorang bayi yang selalu atau justru jarang menangis kemungkinan berkaitan dengan sifat dari bayi tersebut. Biasanya, sifat bayi dapat Bunda pahami dari reaksinya, inilah yang disebut dengan temperamen bayi. Misalnya, apa reaksi bayi ketika Bunda menunjukan suatu barang atau seperti apa reaksi si kecil ketika melihat suatu hal baru di sekitanya? Apakah si kecil akan gelisah, aktif, atau cenderung lebih tenang? Ini disebut dengan tingkat produktivitas bayi.

Lebih jauh, Bunda bisa mencari tahu bagaimana respon si kecil saat berada di situasi baru atau menemui orang-orang baru? Apakah dia lebih senang saat melihat sesuatu yang baru atau tidak? Jika si kecil marah, apakah dia cepat pulih kembali? Ini dinamakan proses adaptasi bayi.  Selanjutnya, Bunda juga perlu memahami mood si kecil. Apakah dalam kesehariannya ia tampak senang, murung, atau malah mudah marah?

Hal lain yang bisa bunda lihat untuk memahami sifat dan temperamen si kecil adalah ketekunan. Apakah si kecil lebih suka bermain dengan satu jenis mainan dalam waktu yang lama ataukah dia lebih cenderung berganti-ganti mainan? Selanjutnya, seberapa kencang tangisan atau teriakan bayi ketika dia sedang senang atau marah? Apakah bayi tampak mudah bergaul dengan orang baru atau pemalu? Karena dengan melihat hal ini, Bunda dapat memahami intensitas tangisan si kecil.

Masalah kesehatan bayi

Bunda, jika si kecil jarang menangis dan justru menunjukan gejala seperti; si kecil tampak lemah dan pasif, selalu tidur meski diberi rangsangan, tidak mau menyusu, berat badan si kecil tidak bertambah, atau menangis tapi suaranya lemah, segeralah bawa si kecil ke dokter karena ini menyangkut kesehatan bayi.

Ada gejala kesehatan lain yang membuat si kecil jarang menangis, Bunda. Di antaranya seperti kelainan di pita suaranya. Kelainan ini menyebabkan suara si kecil tidak terdengar walaupun ia sedang menangis. Selain itu, kekurangan hormon menjadi penyebab lainnya. Menurut dr. Erwin P. Soenggoro, Sp.A, kekurangan hormon menyebabkan si kecil menjadi lesu, pendiam, kurang aktif dan cenderung tidur, lidah membesar serta terjulur, pusar menonjol, kulit menjadi kering, dan adanya ganguan perilaku pada si kecil.  

 

Bunda, jangan langsung panik jika si kecil jarang menangis. Hal ini bisa jadi karena sifat dan temperamen si kecil. Misalnya, si kecil lebih tenang ketika bertemu orang baru. Ini berarti dia bisa beradaptasi. Namun, Bunda juga perlu memerhatikan jika menemukan kejanggalan-kejanggalan yang menyangkut kesehatan si kecil. Segerahlah konsultasikan ke dokter atau bawa si kecil ke rumah sakit. Semoga saja artikel ini bisa membantu Bunda dan si kecil, ya!

Tags:

Halaman

Artikel Terkait