ARTIKEL

Bunda, Pahami Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Mimisan

Sep 29, 2020 9:51am

 Setiap orang tua pasti akan terkejut begitu melihat sang buah hati mengalami mimisan. Bunda mungkin juga pernah mengalami mimisan sewaktu kecil, namun tahukah Bunda apa itu penyebab dari anak mimisan?

 

Mimisan cenderung terjadi secara tiba-tiba, mulai dari saat anak sedang bermain, belajar, atau saat tidur. Berikut ini ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi anak mimisan yang perlu Bunda ketahui.

 

Penyebab anak mimisan

Anak mimisan bisa disebabkan oleh beberapa hal, baik itu faktor genetik maupun faktor eksternal. Penyebab anak mimisan yang paling umum adalah cuaca panas yang meningkatkan tekanan di pembuluh darah halus dalam rongga hidung. Anak yang sering mimisan ini biasanya memiliki pembuluh darah yang lebih rapuh, sehingga cuaca panas akan membuatnya lebih mudah pecah.

 

Selain cuaca panas, anak mimisan juga bisa disebabkan oleh kecelakaan seperti insiden jatuh atau terbentur di bagian wajah. Kemudian, kebiasaan mengorek hidung juga perlu Bunda waspadai karena dapat dengan mudah menyebabkan luka di rongga hidung serta membuat pembuluh darah pecah.

 

Bunda juga perlu tahu bahwa anak mimisan pun seringkali bersamaan dengan sakit flu, alergi, dan infeksi bakteri. Ketiga penyakit ini akan membuat selaput hidung mengering, membentuk kerak, dan mengiritasi rongga hidung.

 

Pertolongan pertama saat anak mimisan

Ketika anak mimisan, Bunda tidak boleh panik karena malah akan membuat anak semakin takut dan berakibat pada masalah kesulitan bernapas. Segera ambil kain atau tisu untuk mencegah darah mimisan berceceran, lalu ajak anak untuk duduk. Posisi duduk akan membuat hidung lebih tinggi dari jantung, sehingga darah pun tidak tertelan.

 

Minta anak untuk bernapas dengan mulut selama mimisan. Bungkukkan badan anak mimisan sedikit ke arah depan dan tekan hidungnya selama 5 menit. Bunda juga bisa mengompres hidung anak mimisan dengan es batu yang dibalut kain untuk memperlambat aliran darah di rongga hidung.

 

Biasanya, mimisan akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 10 menit. Apabila mimisan pada anak tidak kunjung berhenti selama lebih dari 15 menit, segera larikan ke rumah sakit untuk ditangani oleh dokter.

 

Cara mencegah anak mimisan

Mimisan sendiri dibagi dalam dua kategori, yakni mimisan anterior dan mimisan posterior. Mimisan anterior ini terjadi karena pembuluh darah di bagian depan hidung yang pecah dan umumnya diderita oleh anak-anak. Sementara itu, mimisan posterior lebih sering terjadi pada lansia dan disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di bagian belakang hidung.

 

Bisa dikatakan, usia kanak-kanak rentan dengan mimisan. Namun, Bunda bisa mencegah anak mimisan dengan beberapa cara berikut ini:

 

  1. Jaga udara tetap lembab

Seperti yang sudah dibahas, udara yang kering bisa menyebabkan anak lebih mudah mimisan. Maka dari itu, Bunda bisa mencegah anak mimisan dengan memasang humidifier di rumah, terutama saat musim kemarau atau saat anak sakit flu.

 

Udara yang lembab akan mencegah selaput hidung mengering, sehingga anak pun akan lebih mudah untuk bernapas. Selain itu, Bunda pun perlu menjaga area hidung anak tetap lembab, yakni dengan mengoleskan petroleum jelly di bagian luar hidung. Ajarkan juga anak untuk tidak membuang ingus dengan kencang supaya tidak memunculkan trauma pada selaput hidung.

 

  1. Potong kuku anak

Nah, langkah preventif lainnya yang bisa Bunda lakukan adalah dengan memotong kuku anak setidaknya seminggu sekali. Dengan begitu, ketika anak secara sadar maupun tidak sadar mengorek hidung, peluang terjadinya luka akan berkurang karena kuku anak yang pendek.

 

Bunda juga sebaiknya mengajarkan anak untuk membersihkan hidung setiap kali mandi, daripada mengorek hidung.

 

  1. Konsumsi vitamin K dan vitamin C

Vitamin K akan memperkuat pembuluh darah agar tidak mudah pecah. Selain itu, vitamin K juga akan membantu produksi kolagen yang akan membentuk lapisan lembab dalam rongga hidung anak. Bunda bisa memberikan menu makanan yang terdiri dari kangkung, brokoli, dan bayam yang kaya vitamin K.

 

Sementara itu, vitamin C juga mampu memperkuat pembuluh darah serta mencegah datangnya sakit flu. Bunda bisa memberikan vitamin C dalam bentuk tablet atau kapsul, bisa juga dengan memastikan anak mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin C, seperti jeruk.

 

Bila anak sering mimisan

Anak mimisan sebenarnya tidak menjadi masalah serius. Namun, Bunda perlu mengawasi kapan saja anak mimisan dan kira-kira apa penyebab utamanya. Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter bila mimisan tidak kunjung berhenti dalam 15 menit, anak pingsan karena mimisan, mimisan terjadi beberapa kali dalam sehari, atau mimisan pada anak berusia di bawah 2 tahun.

 

 

Meta desc: Mimisan cenderung terjadi secara tiba-tiba, mulai dari saat anak sedang bermain, belajar, atau saat tidur. Berikut ini ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi anak mimisan.

Tags:

Halaman