ARTIKEL

Ajarkan Penggunaan Gadget Untuk Anak dengan 5 Strategi Ini

Sep 29, 2020 9:47am

Di era modern seperti sekarang ini, anak semakin cepat mengenal gadget. Tidak jarang juga orang tua yang sudah memberikan gadget untuk anak, baik itu untuk urusan belajar atau bermain.


Tidak ada yang salah jika Bunda mengizinkan anak menggunakan gadget, akan tetapi harus dibarengi juga dengan aturan penggunaan gadget untuk anak. Berikut ini strategi yang bisa Bunda terapkan untuk mengajarkan anak menggunakan gadget secara positif.

 

Tetapkan screen time gadget untuk anak

Bunda, sebisa mungkin batasi penggunaan gadget untuk anak agar ia tidak kecanduan bermain gadget. Caranya adalah dengan menetapkan screen time. Untuk anak di bawah umur 2 tahun, sangat tidak disarankan untuk menggunakan gadget. Sementara itu, batasi waktu penggunaan gadget untuk anak sekitar 2 jam saja dalam sehari untuk anak di atas usia 2 tahun.

 

Tentunya selama kegiatan belajar mengajar online, screen time anak akan bertambah juga. Nah, Bunda bisa memberikan kelonggaran yakni dengan memberikan waktu 2 jam sehari untuk bermain gadget. Berarti penggunaan gadget untuk anak selama sekolah online tidak perlu dihitung.

 

Ajarkan bahwa gadget punya manfaat baik

Banyak orang tua yang mengajarkan anak bahwa gadget hanya boleh digunakan oleh orang dewasa. Tidak sedikit juga yang menakut-nakuti anak untuk memakai gadget. Padahal, cara ini bisa membuat anak cenderung gaptek ketika ia beranjak dewasa. Cara terbaik untuk mengajarkan anak mengenai penggunaan gadget adalah dengan memberitahukan bahwa gadget ini tidak hanya untuk bermain saja, tetapi juga untuk belajar.

 

Dengan adanya internet, anak bisa mengeksplor lebih banyak wawasan hanya dalam waktu singkat. Bunda bisa mengajarkannya untuk “bertanya kepada Google” mengenai pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikirannya. Misalnya seperti “bagaimana hujan bisa datang?” atau “apakah dinosaurus masih ada?” Pastikan saja bahwa Bunda selalu memonitor aktivitas anak di dunia maya.

 

Jangan berikan gadget kepada anak sebagai penenang

Kesalahan yang seringkali dibuat oleh para orang tua adalah memberikan gadget untuk anak yang mudah rewel. Biasanya, orang tua akan memberikan gadget kepada anak setiap kali ia sedang menangis, tidak mau makan, dan sebagainya. Cara seperti ini malah akan membuat anak semakin malas bergerak dan tidak mau beraktivitas.

 

Selain itu, memberikan gadget kepada anak yang tengah rewel juga akan membuatnya semakin “manja.” Karena sudah terbiasa, anak akan selalu menangis apabila kemauannya tidak dituruti oleh orang tua. Tentunya Bunda tidak mau hal ini terjadi, bukan? Maka dari itu, tetap tegaskan bahwa anak memiliki aturan screen time dan harus mematuhi aturan tersebut. Jangan segan untuk memberlakukan sanksi seperti menyita gadget untuk anak bila ia melanggar aturan tersebut.

 

Jadilah role model yang baik

Bunda perlu tahu penyebab mengapa anak begitu senang bermain gadget. Mungkin karena ia suka dengan aplikasi-aplikasi game yang ia mainkan, atau bisa jadi juga karena ia merasa kesepian. Oleh sebab itu, Bunda juga perlu rajin mengajak anak untuk berinteraksi bersama tanpa menggunakan gadget. Misalnya dengan melakukan proyek prakarya bersama, olahraga di pagi hari, bermain petak umpet, atau mengajak anak untuk menjadi “koki kecil” bersama Bunda di dapur.

 

Kemudian, Bunda juga harus menjadi role model yang baik. Anak cenderung mengikuti kebiasaan dan gerak-gerik orang tuanya. Bila si kecil melihat Bunda selalu berkutat dengan smartphone atau laptop, maka jangan heran kalau si kecil juga tertarik untuk melakukan hal yang sama.

 

Selama menjalankan quality time dengan anak, simpan gadget Bunda dan fokus kepada si kecil saja. Dengan begitu, si kecil pun mudah mengerti bahwa gadget untuk anak ini lebih seperti rekreasi, bukan kebutuhan.

 

Perhatikan aplikasi yang diunduh anak

Salah satu kewajiban Bunda adalah untuk mengawasi aktivitas si kecil ketika menggunakan gadget untuk anak. Termasuk juga dengan melihat browser history dan aplikasi-aplikasi yang diunduhnya.

 

Gadget untuk anak masih menggunakan akun email pribadi Bunda. Pastikan Bunda tidak mengaitkan informasi kartu kredit ke dalam akun email supaya terhindar dari risiko anak yang tidak sengaja membeli produk digital di dalam gamenya.

 

Selain itu, Bunda pun perlu memastikan bahwa aplikasi serta konten yang dikonsumsi oleh anak memang dibuat khusus untuk anak seusianya. Artinya, bersifat edukatif, child friendly, tidak mengandung konten dewasa dan sejenisnya.

 

 

Meta desc: Tidak salah untuk mengizinkan anak menggunakan gadget. Lengkapi dengan ajaran serta aturan sebagai pedoman penggunaan gadget untuk anak.

Tags:

Halaman