ARTIKEL

6 Jenis Pemeriksaan Bayi Baru Lahir yang Tidak Boleh Dilewatkan

Jun 27, 2019 6:15pm

Mengetahui bayi lahir dengan selamat tentu menimbulkan kegembiraan tersendiri bagi Bunda dan pasangan. Namun, setelah itu Bunda masih harus aktif melakukan konsultasi dengan dokter untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan bayi yang baru dilahirkan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan ada atau tidaknya kelainan atau ganguan pada tubuh si kecil.

Untuk itu, ada beberapa jenis pemeriksaan bayi yang tidak boleh bunda lewatkan. Apa saja jenis pemeriksaannya ? Yuk, Bunda, baca penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Pemeriksaan APGAR

Bunda, langkah pertama yang harus diperiksa setelah bayi lahir adalah melakukan pemeriksaan APGAR. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah bayi perlu memerlukan perawatan khusus atau tidak. Biasanya dokter akan melihat detak jantung, pernapasan, otot, refleksi, dan warna kulit bayi. Si kecil juga akan ditimbang berat badannya, diperiksa bagian lembut di atas kepalanya (fontanel), lingkar kepala, serta panjang tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sesaat setelah bayi dilahirkan dan lima menit setelah itu.

Pemeriksaan fisik

Langkah kedua adalah pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan ini, selama 24 jam dokter akan memeriksa bagian fisik si kecil, seperti pemeriksaan jantung dan paru-paru, perut, telinga, mulut, pinggul, tulang belakang, alat kelamin, dan tubuh bagian belakang. Semua tes ini dilakukan untuk memastikan agar bayi tidak mengalami kelainan genetik.

Pemeriksaan pendengaran

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui pendengaran si kecil berfungsi normal atau mengalami gangguan. Jika terdapat gangguan pada pendengaran, maka dokter dapat segera mengambil tindakan penanganan.

Tes pendengaran tidak butuh waktu lama untuk memperoleh hasilnya, Bunda. Biasanya hasil tes langsung diperoleh segera setelah pemeriksaan selesai. Jika hasil tes pendengaran menunjukkan adanya respons baik, kemungkinan besar bayi tidak memiliki gangguan pendengaran. Sebaliknya, jika hasil tes dinyatakan gagal, bukan berarti si kecil mengalami ganguan pendengaran. Gagalnya hasil tes bisa saja disebabkan oleh faktor lain. Karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan mata

Bunda, tes lain yang harus dilakukan adalah tes mata. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi gangguan mata pada bayi. Biasanya dokter melakukan dengan cara menyorotkan cahaya lampu ke arah mata si kecil. Bila matanya tampak merasa silau karena cahaya itu (ditandai dengan matanya berkedip-kedip atau memalingkan wajah), kemungkinan besar matanya normal. Sebaliknya, bila mata si kecil tidak merasa silau, kemungkinan ia mengalami gangguan mata.

Pemeriksaan reflex

Hal yang perlu Bunda pahami tentang reflex saat si kecil baru lahir yaitu berupa gerakan spontan yang terjadi pada aktivitas si kecil. Seperti kemampuan menggenggam, mengisap, dan menelan. Ada juga refleks yang memang merupakan respons ketika orang lain memberikan rangsangan. Contohnya ketika si kecil sedikit diayun ke atas dan ke bawah, dia semestinya meregangkan kedua lengan, jari-jarinya, dan kakinya. Untuk tujuan pemeriksaan jenis ini, dokter akan memastikan kalau reflex si kecil baik-baik saja. Jika reflex baik, itu menandakan aktivitas saraf dan otaknya yang normal.

Pemeriksaan vitamin K

Pemeriksaan penting lain yang harus si kecil lakukan adalah pemeriksaan vitamin K. Bunda, bila  si kecil yang baru lahir memiliki kadar vitamin K yang rendah, maka ia rentan mengalami pendarahan. Pendarahan itu dapat terjadi pada kulit, hidung, otak, mata, tali pusat, mulut, saluran kemih, dan saluran cerna si kecil. Biasanya ditandai oleh muntah atau tinja yang kehitaman. Nah, pemeriksaan vitamin K dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan ini. Banyak bayi terlahir dengan nutrisi vitamin K yang sedikit sehingga bisa mengakibatkan pendarahan internal.

 

Pemeriksaan si kecil yang baru lahir tidak boleh dilewatkan sedikit pun. Bunda bisa saja merasa senang saat bayi lahir dengan selamat. Namun, tanpa ada tahap-tahap pemeriksaan medis seperti yang dijelaskan di atas, tentu hal ini akan mengancam kesehatan si kecil. Semoga si kecil sehat selalu ya, Bunda!

Tags:

Halaman

Artikel Terkait