ARTIKEL

5 Cara Agar Anak Bisa Menonton YouTube dengan Aman

Aug 28, 2019 10:14am

Menyikapi pesatnya perkembangan teknologi di era digital memang cukup membingungkan ya, Bunda. Di satu sisi, teknologi bisa menjadi sarana belajar yang bagus untuk anak. Contohnya seperti video-video di YouTube. Namun, di sisi lain Bunda merasa khawatir kalau konten di YouTube kurang sesuai dengan usia si kecil.

 

Jangan langsung melarang anak untuk menonton YouTube, Bunda. Sekarang sudah ada beberapa fitur khusus yang memungkinkan anak untuk menonton YouTube dengan aman. Jadi, risiko si kecil terpapar konten-konten negatif pun bisa diminimalisir. Ini dia cara-caranya, Bunda!

 

Membuatkan profil khusus anak di YouTube Kids

Demi memfasilitas orang tua dan anak yang ingin mengakses konten video secara aman, YouTube telah menyediakan YouTube Kids yang lebih ramah keluarga. Di YouTube Kids, Bunda bisa membuat hingga delapan profil untuk anak. Jadi, Bunda pun dapat membuat profil terpisah untuk setiap anak.

Menariknya, masing-masing profil bisa memiliki tampilan tersendiri sesuai dengan preferensi orang tua dan anak-anak. Begitu juga dengan pengaturan dan rekomendasi videonya. Jadi, si kecil pun bisa memaksimalkan menonton YouTube dalam cara positif.

 

Mengontrol pencarian video

Dalam ranah internet, segala sesuatu bisa terjadi. Risiko bocornya konten video yang kurang sesuai usia anak masih mungkin terjadi di YouTube. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena YouTube Kids memiliki fitur kontrol pencarian yang memungkinkan Bunda untuk membatasi pencarian video.

Caranya adalah dengan mematikan fitur Penelusuran. Nah, karena fitur Penelusuran tidak berfungsi, maka si kecil tidak akan bisa mencari video. Ia hanya bisa mengakses konten video dari channel yang memang sudah diverifikasi oleh YouTube Kids.

 

Laporkan video yang tidak pantas ditonton anak

Lalu, bagaimana jika anak masih saja menemukan konten video yang Bunda tidak ingin mereka menontonnya? Di sinilah peran aktif Bunda sebagai orang tua sangat diperlukan. Apabila menemui kasus seperti itu saat anak menonton YouTube, Bunda bisa langsung melaporkan atau report video tersebut kepada YouTube. Klik opsi More pada bagian kanan atas video, lalu pilih Report. Nantinya, pihak YouTube akan segera mengambil tindakan demi memaksimalkan YouTube Kids agar tetap ramah keluarga.

 

Batasi waktu menonton anak dengan fitur Timer

Walaupun mungkin konten video YouTube Kids sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak, bukan berarti anak bisa terus menerus menonton YouTube. Terus-terusan menatap layar gadget juga tidak baik untuk tumbuh kembang si kecil, lho, Bunda. Oleh sebab itu, aktifkan fitur Timer pada YouTube Kids.

Melalui fitur ini, Bunda bisa membatasi waktu anak-anak dalam menonton YouTube. Misalnya, Bunda hanya membatasi penggunaan YouTube selama dua jam sehari. Saat sesi dua jam telah berakhir, fitur Timer akan memberikan peringatan dan menghentikan aplikasi. Dengan begini, risiko anak kecanduan gadget pun bisa dicegah.

 

Menyusun playlist khusus

Bunda, apakah si kecil termasuk anak yang suka menonton video sama berulang kali? Kalau iya, Bunda bisa menyusunkan playlist berisi video-video favoritnya. Bahkan Bunda juga bisa mengatur playlist tersebut dalam mode privat. Melalui cara ini, si kecil pun jadi lebih mudah dalam menonton video favoritnya di YouTube. Selain itu, ia juga tidak akan mencari-cari video favoritnya pada fitur pencarian yang mungkin saja menampilkan video-video kurang pantas untuknya.

 

Mengingat banyaknya konten yang kurang sesuai usia anak di YouTube, wajar kalau Bunda jadi khawatir. Namun, berbekal cara-cara di atas, kini si kecil pun bisa menonton YouTube dengan lebih aman. Tentunya Bunda tetap harus ikut memberi pengawasan, ya!

Tags:

Halaman

Artikel Terkait