ARTIKEL

Mari Lindungi Anak dari Penyakit Dengue

Feb 11, 2019 3:12pm

Penyakit dengue, merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi di negara tropis termasuk di Indonesia. Penyakit ini masih sering ditemukan di negara kita, terutama meningkat di saat musim hujan. Penyakit dengue dapat berupa infeksi ringan hingga berat bahkan dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit dengue ini, oleh karena itu perlu dilakukan beberapa pencegahan agar anak-anak kita terhindar dari penyakit tersebut.

Apa penyebab penyakit Dengue?

Penyakit dengue disebabkan oleh virus dengue, yang saat ini diketahui ada 4 jenis serotipe virus dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4). Oleh karena terdiri dari 4 serotipe, seseorang bisa terkena penyakit dengue lebih dari 1 kali. Penyakit dengue ini ditularkan melalui gigitan vektor nyamukyang sering dikenal dengan nyamuk Aedes aegipty dan Aedes albopictus.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan meningkatnya kejadian penyakit dengue, antara lain suhu lingkungan, kelembapan dan curah hujan. Selain itu, lingkungan terutama pemukiman yang tidak sehat juga berperan dalam penyebaran dan meningkatnya kasus penyakit dengue. Daya tahan tubuh dan faktor genetik individu juga ikut berperan dalam terjadinya penyakit dengue.

Siapa saja yang dapat terkena penyakit Dengue dan apa gejalanya?

Penyakit dengue dapat mengenai siapa saja mulai dari bayi hingga dewasa, namun anak-anak usia 4-10 tahun lebih sering terkena. Gejalanya dapat bervariasi mulai dari tidak ada gejala, demam dengue (gejala ringan), demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit dengue dengan gejala tidak lazim (gejala berat). Pada anak, respon imun  tubuh belum sempurna sehingga lebih rentan mengalami penyakit dengue berat.

Gejala penyakit dengue awal umumnya mirip gejala penyakit virus lainnya seperti demam yang tinggi dan timbul mendadak antara 2-7 hari, dan dapat disertai gejala penyerta seperti nyeri otot, sakit perut, mual, muntah, nyeri sendi, nyeri bola mata. Perdarahan bisa tidak terjadi atau terjadi hebat pada demam dengue maupun DBD seperti mimisan, gusi berdarah, perdarahan kulit, muntah darah dan buang air besar berdarah. Selain perdarahan, penyakit dengue berat juga dapat mengenai organ lain (gejala tidak lazim) yang dapat menyebabkan gangguan kesadaran, muntah-muntah serta nyeri perut hebat, penurunan produksi urin dan sebagainya. Pada penyakit DBD dapat terjadi perdarahan yang berat dan renjatan (kurangnya cairan dalam pembuluh darah yang mengganggu aliran oksigen ke jaringan tubuh) sehingga dapat menyebabkan kematian. Terjadinya renjatan umumnya terjadi pada hari demam ke 4-6.

Oleh karena itu, orangtua harus memerhatikan kapan anak mulai demam dan aktivitas anak secara umum. Apakah anak masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, serta buang air kecil setiap 4-6 jam. Jika anak demam tinggi mendadak lebih dari 2 hari, lebih sering tidur, malas makan dan minum, mual dan muntah hebat, buang air kecil semakin jarang, sesak dan gelisah, ada tanda perdarahan, kejang, segera bawa anak ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Bagaimana mengobati penyakit dengue?

Saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi penyakit dengue. Pengobatan penyakit dengue umumnya hanya terapi untuk mengatasi gejala seperti demam dan nyeri sendi, serta cairan yang cukup. Obat penurun panas dapat diberikan bila anak demam tinggi dan dapat dibantu dengan kompres hangat serta cairan yang banyak. Obat pereda nyeri juga dapat diberikan bila terdapat nyeri sendi atau otot yang hebat. Obat penurun panas dan pereda nyeri yang disarankan hanya parasetamol. Cairan yang dianjurkan untuk penderita dengue adalah cairan yang mengandung mineral (cairan isotonik kaleng, air putih dengan garam dan gula, atau oralit). Pemberian jus jambu, angkak, atau kurma untuk penderita DBD belum terbukti bermanfaat secara ilmiah dan belum bisa daikon pedoman.

Apakah penyakit Dengue bisa dicegah?

Oleh karena Indonesia merupakan negara endemis tinggi penyakit dengue, pencegahan merupakan langkah yang penting. Hal yang paling penting adalah dengan menghindari gigitan nyamuk, baik dengan menggunakan lotion/repellant anti nyamuk atau memasang kelambu di tempat tidur. Untuk mengurangi jumlah nyamuk dapat dilakukan dengan mengeliminasi tempat nyamuk bertelur yaitu di genangan-genangan air dengan melakukan gerakan 3 M yang dicanangkan oleh pemerintah: menguras kamar mandi seminggu sekali, menutup tempat-tempat penampungan air, serta mengubur tempat-tempat penampungan air bekas. Selain itu di lingkungan rumah juga dapat dilakukan penyemprotan abate berkala. Saat ini pencegahan melalui vaksinasi juga sedang diteliti di beberapa negara termasuk di Indonesia. Badan kesehatan dunia (WHO) sedang melakukan penilaian mengenai rekomendasi pemberian vaksin ini. Harapan di masa datang infeksi dengue ini dapat sepenuhnya dicegah dengan vaksinasi di seluruh dunia, terutama di daerah-daerah endemis.

 

  1. Dwinanda Aidina Fitrani, SpA

Tags:

Halaman