ARTIKEL

Bunda, Inilah Alasan Junk Food Kurang Baik untuk Kesehatan Anak

Aug 28, 2019 10:21am

Makanan cepat saji kadang menjadi jalan pintas bagi Bunda saat tidak punya banyak waktu menyiapkan makanan anak. Makanan ini dapat dipesan kapan saja, cepat penyajiannya, dan yang pasti disukai anak. Namun, makanan junk food tidak baik untuk kesehatan anak. Banyak bahan- bahan di dalamnya yang jika terlalu sering dikonsumsi, bisa menghambat pertumbuhan atau bahkan kesehatannya kelak. Seperti apa bahaya makanan junk food untuk anak?

 

Junk food tidak mengandung gizi yang cukup

Ada alasan mengapa makanan cepat saji disebut sebagai junk food atau makanan ‘sampah’. Ini disebabkan makanan junk food tidak memiliki nilai gizi yang cukup bila dibandingkan dengan makanan jenis lain. Junk food hanya mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan natrium yang berbahaya bagi kesehatan si kecil. Oleh sebab itu, sebaiknya Bunda mengurangi pemberian makanan cepat saji untuk si kecil.

 

Memicu anak menjadi lebih agresif

Beberapa makanan cepat saji tergolong memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi. Jika anak mengkonsumsinya, maka kecenderungan untuk bersifat agresif akan muncul. Dalam sebuah penelitian, dibuktikan bahwa anak yang minum lebih dari lima kaleng soda selama satu hari, 9% - 15% memiliki kecenderung agresif setelahnya. Dari sini bisa disimpulkan bahwa makanan junk food mengandung zat yang bisa mengontrol otak, hormon, dan perilaku anak.

 

Menyebabkan kecanduan

Sebuah penelitian membuktikan bahwa karbohidrat sederhana seperti gula, berhubungan dengan rasa bahagia dan kepuasan pada yang mengkonsumsinya. Penelitian lain membuktikan bahwa anak yang mengkonsumsi junk food sangat menikmati tekstur dan rasa makanan tersebut. Perasaan yang muncul setelah mereka mengkonsumsinya adalah senang, bahagia, dan puas. Tak heran bila perasaan ini sangat adiktif dan membuat anak kecanduan junk food.

 

 

Mempengaruhi kesehatan mental buah hati

Efek buruk junk food bisa mempengaruhi anak, bahkan ketika ia masih ada dalam kandungan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang terlalu sering mengkonsumsi junk food berisiko lebih tinggi melahirkan anak dengan gangguan mental dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki gaya hidup sehat.

Bila orang dewasa saja bisa mendapat feel buruk makanan cepat saji dan menularkannya pada bayi yang ada dalam kandungan, bagaimana dengan anak kecil yang mungkin daya tahan tubuhnya masih lemah? Ia bisa terkena dampak buruk junk food lebih tinggi daripada orang dewasa. Mental dan pertumbuhan fisik anak bisa terganggu jika ia terlalu rutin makan makanan junk food.

 

 

Membuat anak hiperaktif

Anak yang sangat aktif dan cenderung hiperaktif biasanya dikaitkan dengan asupan gula yang ia konsumsi. Biasanya para orang tua memberi sebutan “kebanyakan gula” saat buah hatinya bertingkah terlalu aktif. Entah disadari atau tidak, gula memang memberikan efek hiperaktif pada anak kecil. Asupan gula ini salah satunya didapat dari makanan cepat saji seperti cola, permen, dan es krim.

Sifat hiperaktif ini dipengaruhi oleh hormon adrenalin yang semakin tinggi ketika asupan gula semakin banyak. Hormon adrenalin sendiri berpengaruh pada aktivitas di dalam tubuh manusia. Semakin tinggi hormon yang ada dalam tubuh, semakin aktif anak akan bergerak.

 

Di atas semua bahaya yang telah disebutkan di atas, bukti nyata bahwa makanan junk food sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak, risiko yang dapat kita lihat di sekitar seperti obesitas yang saat ini sudah banyak terjadi. Bunda pasti sering melihat anak obesitas yang disebabkan oleh junk food. Ya, risiko ini memang benar adanya dan bisa terjadi pada setiap anak maupun dewasa. Oleh sebab itu, Bunda perlu perhatikan kembali makanan yang dikonsumsi oleh buah hati dan menjauhkannya dari junk food.

Tags:

Halaman

Artikel Terkait