ARTIKEL

Apa yang Harus Bunda Lakukan Saat Anak Tantrum?

Jul 25, 2019 7:05pm

Mengatasi anak tantrum memang bukan hal yang mudah, terlebih jika Bunda berada di tempat umum dan berada dalam kondisi cukup lelah. Namun demikian, anak tantrum adalah hal wajar yang bisa saja terjadi pada si kecil ketika harus beradaptasi di lingkungan baru atau mood yang sedang tidak stabil. Beberapa anak yang merasa lapar juga bisa tantrum, lho. Lantas, apa yang bisa Bunda lakukan saat anak tantrum?

 

Jangan panik!

Hal terpenting yang harus Bunda terapkan dalam mengatasi anak tantrum yaitu menjaga ketenangan hati. Jangan sekali-kali merasa panik karena hal ini justru akan membuat Bunda kebingungan harus berbuat apa. Ingat, memarahi atau membentak anak yang sedang tantrum tidak akan membuat kondisinya membaik. Oleh karena itu, Bunda bisa memeluk si kecil dan mengajaknya duduk menenangkan diri. Apabila si kecil tantrum di dalam ruangan publik, segera ajak si kecil ke luar ruangan agar tidak ada orang lain yang merasa terganggu.

 

Coba pahami perasaan si kecil

Beberapa anak sulit mengungkapkan apa yang sebenarnya ia inginkan, inilah sebabnya tantrum dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Sebagai orang tua, cobalah untuk lebih berbesar hati memahami perasaan si kecil. Biarkan ia menangis hingga merasa lega, sebab bisa jadi tangisan dan teriakan yang dilakukan adalah cara si kecil mengekspresikan perasaannya. Namun demikian, jika dalam waktu lama tidak juga berhenti, Bunda bisa mulai membujuk si kecil dengan cara menyenangkan dan tidak membuatnya merasa terancam.

 

Mengalihkan perhatiannya pada hal lain

Mengatasi anak tantrum bukan berarti Bunda harus menyerah dan menuruti segala keinginannya. Jika Bunda dan Ayah selalu menuruti tantrumnya, maka kebiasaan ini akan dijadikan senjata untuk mewujudkan apa yang diinginkan. Untuk itu, Bunda bisa mengalihkan perhatian si kecil pada hal lain di sekitarnya yang lebih menarik. Dengan begitu, si kecil dapat memahami dengan sendirinya bahwa tantrum tidak akan mengubah keputusan orang tua untuk menuruti apa yang ia inginkan.

 

Perbaiki komunikasi dengan anak

Ketika kemarahan si kecil sudah mereda, Bunda bisa mengajaknya bicara secara lembut dari hati ke hati. Katakan bahwa tantrum yang ia lakukan tersebut bukanlah hal yang benar dan justru bisa membuatnya merugikan orang lain di sekitarnya.

Komunikasikan bahwa segala sesuatu yang diinginkan memiliki waktunya sendiri, tidak setiap saat dapat diwujudkan. Misalnya, jika si kecil merajuk untuk dibelikan es krim, Bunda bisa mengatakan bahwa membeli es krim hanya akan dilakukan satu minggu sekali di toko X. Jadi, ketika melihat penjual es krim, si kecil tidak lagi menangis dan merajuk agar dibelikan.

 

Tak perlu memberi hukuman

Mengatasi anak tantrum dengan ancaman, terlebih hukuman, bukanlah cara yang tepat. Kedua hal ini justru akan membuat si kecil merasa tertekan dan frustrasi. Tanpa disadari, tantrum pada anak adalah hal yang cukup melelahkan untuknya. Memberinya ancaman dan hukuman justru akan memperburuk kondisi psikisnya. Ingat, tantrum hanya berlangsung singkat sehingga tidak perlu diperpanjang dengan konsekuensi yang harus ditanggung oleh si kecil.

 

Bunda, mengatasi anak tantrum memang membutuhkan kesabaran dan ketenangan yang ekstra. Jika sudah merasa kewalahan menghadapi si kecil, cobalah untuk meminta bantuan Ayah. Dengan begitu, Bunda tidak perlu meluapkan emosi kekesalan pada si kecil yang pada dasarnya belum dapat menyampaikan keinginannya dengan baik dan benar.

Tags:

Halaman

Artikel Terkait