ARTIKEL

8 Cara Mengendalikan Emosi Anak yang Bisa Bunda Ajarkan

Oct 26, 2020 1:41pm

Penting untuk diingat bahwa ledakan emosi bukanlah upaya yang disengaja oleh si kecil untuk membuat hidup Bunda menjadi sulit. Kemampuan Bunda untuk memperhatikan dan memahami emosi anak akan membantunya mengembangkan keterampilan untuk mentolerir ketegangan emosional yang semakin meningkat.

 

Tidak ada anak kecil yang sengaja meledakkan emosinya, ia melakukan ini karena merasa kurang diterima. Saat Bunda etika menerima dan memahami luapan emosi si kecil, hal ini akan membuatnya lebih tenang. Apa saja cara mengendalikan emosi anak yang bisa Bunda ajarkan? Berikut adalah 8 tipsnya.

 

Ajarkan untuk terbuka tentang perasaan

Saat Bunda berbicara dengan si kecil, bicarakan juga tentang perasaan Bunda.  Contohkan pada si kecil untuk meluapkan emosinya dengan kata-kata dan intonasi yang tenang, bukan dengan kekerasan atau tindakan meledak-ledak lainnya. Ini akan membantu si kecil untuk bisa menggunakan kata-katanya dengan lebih baik dan meninggalkan kebiasaan untuk menangis keras, berteriak, apalagi memukul saat merasa emosi.

 

Hindari perintah seperti "Jangan sedih! Jangan nangis! Jangan nakal!" karena malah akan membuat si kecil terdorong untuk memendam emosinya. Sebagai gantinya, gunakan pernyataan seperti "Bunda lihat adik lagi sedih, ya? Yuk, cerita ke Bunda tentang apa yang terjadi.”

 

Berikan stabilitas dan konsistensi dalam kehidupan si kecil

Saat si kecil berada di rumah, Bunda wajib membuat batasan yang konsisten, aturan yang jelas, dan rutinitas yang dapat membantu si kecil mengetahui apa yang sebenarnya Bunda harapkan darinya. Sehingga, ia bisa mengetahui apa yang seharusnya ia lakukan dan ini juga bisa membuatnya merasa lebih aman.

 

Misal, ketika ia selesai bermain, sebaiknya ia mengembalikan mainan tersebut ke tempat semula. Jangan hanya memarahi si kecil ketika tidak melakukannya, tetapi tunggu sampai ia menyelesaikan tugasnya tersebut. Lakukan setiap saat agar ia menganggap ini adalah rutinitas dan inilah konsistensi yang Bunda harapkan darinya.

 

Cara mengendalikan emosi ini akan membantunya mengembangkan keterampilan emosional untuk menghadapi dunia di luar rumah yang lebih sulit diprediksi dan tidak konsisten.

 

Ajari anak untuk berbicara tentang diri sendiri secara positif

Ajari anak Bunda beberapa frasa sederhana untuk diingat, diucapkan kepada diri sendiri, atau bahkan diucapkan dengan lantang sebagai cara mengendalikan emosi.  Identifikasi situasi yang menyebabkan ledakan emosi bagi si kecil dan gunakan itu sebagai batu loncatan untuk mengajarkan pemecahan masalah.Tentukan apa masalahnya dan bagaimana perasaannya dalam situasi tersebut. Pikirkan dan evaluasi kemungkinan solusi yang bisa Bunda berikan kepadanya.

 

Bantu anak menyadari tahapan untuk mengendalikan emosi

Perhatikan tanda-tanda awal ledakan emosi bagi si kecil dan berikan bantuan dengan mendorongnya untuk mengungkapkan perasaannya. Pemahaman dan perhatian Bunda pada tahap ini bisa sangat membantu dalam mengurangi luapan emosinya. Waktu lain untuk melakukan intervensi adalah setelah luapan emosinya selesai. Bunda dapat membimbing si kecil melalui pemecahan masalah dengan mendiskusikan kejadian tersebut

 

Ajari anak cara mengendalikan emosi negatif yang tepat

Beri pemahaman bahwa semua emosi dan perasaan adalah hal yang lumrah untuk dirasakan, tetapi ada berbagai cara mengendalikan emosi yang bisa dilakukan oleh si kecil. Anak-anak harus diajari untuk mengungkapkan perasaan negatif mereka dengan cara yang baik.

 

Si kecil juga perlu tahu bahwa tindakan negatif seperti memukul atau berteriak malah akan merugikan dirinya sekaligus orang lain. Si kecil bisa belajar cara mengendalikan emosi dengan menulis jurnal, menari, meditasi, bernyanyi, menggambar, dan aktivitas positif lainnya.

 

Jadi contoh baik dan dukung anak untuk mengendalikan emosi

Pastikan untuk memuji si kecil setiap kali ia berhasil menangani emosinya tanpa kehilangan kendali. Memuji anak akan membantunya mengubah citra dirinya menjadi seseorang yang mampu mengatasi emosinya.

 

Bunda juga perlu introspeksi diri, bagaimana Bunda menangani emosi? Apakah Bunda mudah lepas kendali atau menarik diri? Saat si kecil belajar mengendalikan emosinya, ia kemungkinan besar akan meniru perilaku Bunda. Contohkan perilaku yang baik bila ingin melihat si kecil berperilaku yang baik pula. Penting bagi Bunda untuk tetap tenang saat emosi Bunda meningkat di depan si kecil.

 

Inilah berbagai cara mengendalikan emosi si kecil yang bisa Bunda lakukan. Memang hal ini tidaklah mudah, namun sebagai orang tua, Bunda harus mendampinginya dalam masa-masa sulitnya ini supaya ia juga menyadari bahwa Bunda tetap menyayanginya dalam kondisi apapun.

Tags:

Halaman