Kalau Anak Kita Menderita Nyeri Tenggorokan

Sep 18, 2015 1:00pm

Pada suatu hari, sepulang dari berolahraga di lapangan sekolah pada sore hari, buah hati bunda, yang biasanya minta dibelikan jajanan kesukaannya sebagai pengganti energi yang terkuras, tiba-tiba menolak makanan apa pun yang ditawarkan. Ketika bunda bertanya, ia menjawab bahwa minum pun tidak terasa nyaman baginya. Ada rasa nyeri di pangkal tenggorokannya sewaktu ia mencoba menelan makanan. Seolah-olah ada sesuatu yang mengganjal. Sewaktu bunda memintanya membuka mulut lebar-lebar sehingga bunda dapat melihat ke bagian belakang rongga mulut, tampak bahwa kelenjar tonsilnya membesar.

 

Nyeri tenggorokan adalah suatu kondisi yang menyebabkan proses menelan menjadi sulit dan menyakitkan. Sering tenggorokan terlihat kemerahan dan terasa tidak enak. Nyeri tenggorokan biasanya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi pada anak dan remaja mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus. Penyebab lain dari nyeri tenggorokan yaitu pemaparan terhadap zat polutan dan zat iritan (misalnya asap rokok). Makanan yang mengandung bumbu/rempah-rempah juga dapat menyebabkan iritasi lokal pada tenggorokan.

 

Apa yang dapat bunda perbuat ketika menghadapi kondisi seperti itu? Setelah memastikan bahwa kelenjar tonsilnya membesar, periksa juga apakah buah hati Anda mengalami demam. Untuk pastinya, coba gunakan termometer untuk memeriksa suhu badannya. Kalau lebih tinggi daripada suhu normal, berarti ia mengalami demam. Periksa juga bagian lehernya untuk mengetahui apakah ada inflamasi pada kelenjar limfenya. Apabila ia demam dan/atau kelenjar limfenya agak membesar, boleh jadi ia mengalami infeksi, entah oleh bakteri, misalnya Streptokokus, atau oleh virus, misalnya virus Influenza. Dalam keadaan demikian, bunda dapat mengurangi penderitaan buah hati bunda dengan obat analgesik yang dapat menurunkan demam sekaligus meredakan rasa nyeri di tenggorokannya.

 

Seandainya buah hati Anda tidak demam dan kelenjar limfenya tidak membesar, perhatikan apakah ia bersin-bersin? Apabila ini yang terjadi, boleh jadi buah hati mengalami Selesma atau Common cold yang dapat menyebabkan tenggorokan terasa nyeri dan kering. Dalam hal ini beri ia minum air sebanyak-banyaknya dan suruh ia beristirahat guna memulihkan kondisi tubuhnya. Terapi dengan menghirup uap panas juga dapat dilakukan untuk meredakan gejala hidung tersumbat dan mengatasi rasa kering pada tenggorokan.

 

Apabila buah hati Anda tidak bersin-bersin, mungkin ia hanya mengalami iritasi lokal pada tenggorokannya. Iritasi lokal itu bisa karena zat-zat pencemar di lingkungan, misalnya asap rokok atau asap kendaraan. Atau boleh jadi ada duri ikan yang tersangkut.

 

Radang tenggorokan umumnya sembuh sendiri dalam beberapa hari, bahkan tanpa pengobatan. Perlu diingat bahwa infeksi ini sering disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak bermanfaat untuk mengatasinya. Minum banyak cairan. Yang paling dianjurkan adalah jus buah dan air putih. Minuman hangat juga dapat membuat tenggorokan terasa lebih nyaman.

 

Pada dasarnya, pola makan yang sehat dan istirahat yang cukup dapat membantu tubuh mengatasi sendiri virus dan bakteri yang mungkin telah menyebabkan infeksi. Akan tetapi apabila nyeri tenggorokan tidak sembuh setelah beberapa hari, segera konsultasikan buah hati Anda ke dokter pilihan bunda. ***

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: