ARTIKEL

Tips Menyiapkan Kamar Anak dengan Cukup Pencahayaan dan Sirkulasi Udara

Sep 18, 2019 11:23am

Memasuki usia 3-4 tahun, sebaiknya si kecil sudah mulai dibiasakan untuk tidur sendiri. Artinya, Bunda dan pasangan harus menyiapkan kamar anak untuknya. Si kecil pasti akan senang apabila ia dilibatkan dalam pemilihan perabotan dan warna kamar. Namun, ada hal lain yang juga tidak boleh Bunda lewatkan, yaitu, pencahayaan dan sirkulasi udara. Dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, kamar anak akan bebas dari kondisi lembap, sehingga terhindari dari bakteri dan jamur.

Tidak hanya itu, sirkulasi udara yang baik juga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang maksimal di kamar anak. Jadi, udara alami dari luar biasa masuk. Tentunya hal ini akan sangat baik untuk kesehatan anak dan keluarga, Bunda. Lalu, bagaimana cara menyiapkan kamar anak dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup? Ini dia beberapa tipsnya!

 

Optimalkan penerangan kamar anak

Bunda, perlu diketahui bahwa penerangan yang optimal tidak hanya berasal dari lampu, lho. Justru akan jauh lebih baik apabila Bunda bisa menyediakan penerangan alami di kamar anak, yaitu melalui paparan sinar matahari. Kuncinya tentu memasang jendela yang agak besar sehingga sinar matahari bisa menerangi kamar anak. Jadi, selama pagi hingga sore, Bunda juga tidak perlu menyalakan lampu. Tentu dapat menghemat pemakaian listrik, bukan?

Namun, bukan berarti pemakaian lampu sudah tidak diperlukan, Bunda. Saat memasuki malam hari atau cuaca sedang mendung, tentunya lampu tetap dibutuhkan untuk penerangan di kamar anak. Nah, Bunda bisa menggunakan lampu downlight yang tidak terlalu mengganggu penglihatan si kecil.

 

Maksimalkan penggunaan kipas angin

Walaupun sudah memasang jendela, terkadang ada saat-saat di mana angin kurang terasa di kamar anak, terutama saat sedang musim kemarau. Karenanya, Bunda bisa memasang kipas angin di kamar anak pada dinding-dinding langit.

Namun, jika Bunda menggunakan kipas angin model standing fan, jangan mengarahkannya langsung pada anak. Arahkan saja ke arah berlawanan dan menghadap dinding. Dengan begini, kamar anak akan tetap terasa segar tanpa si kecil harus terkena risiko masuk angin. Sirkulasi udara di dalam kamar anak pun akan lebih optimal pula.

 

Gunakan material yang bersifat antitoksin

Tahukah Bunda bahwa sirkulasi udara dalam kamar anak juga dapat dipengaruhi oleh perabotan dan cat yang dipilih? Cat dan beberapa perabotan, terutama yang terbuat dari kayu, umumnya mengandung senyawa kimia yang dapat menurunkan kualitas udara di dalam ruangan.

Masalahnya, Bunda juga tidak mungkin untuk tidak menggunakan cat atau perabotan sama sekali. Nah, sebagai solusinya, Bunda bisa menggunakan cat dan pelapis antitoksin. Gunakan juga perabotan dengan material-material alami seperti bambu untuk menekan risiko si kecil terkontaminasi senyawa kimia.

 

Pemilihan warna dinding juga berpengaruh

Agar kamar anak terlihat menyenangkan, banyak orang tua yang biasanya menggunakan warna-warna cerah untuk kamar anak. Misalnya kuning, oranye, dan merah. Memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut, Bunda. Namun, akan lebih baik jika Bunda menggunakan warna-warna yang lebih muda dan cenderung segar. Contohnya seperti biru laut atau hijau muda.

Warna-warna seperti itu akan menciptakan suasana yang lebih segar di kamar anak. Kalau masih ingin menggunakan warna-warna cerah, Bunda bisa memilihnya untuk barang lain di dalam kamar, seperti seprai, selimut, atau tirai.

 

Kamar anak yang baik bukan hanya tentang desain menarik, tapi juga wajib memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Oleh sebab itu, agar anak betah bermain di kamar dan bersedia tidur sendiri, Bunda bisa mencoba menerapkan beberapa tips di atas. Selamat mencoba, Bunda!

Tags:

Halaman

Artikel Terkait