ARTIKEL

Tips Mencegah Anak Masuk Angin Saat Musim Hujan

Oct 26, 2020 1:52pm

Suhu yang dingin, curah hujan yang tinggi, dan perubahan suhu yang drastis diketahui dapat mempengaruhi kesehatan anak-anak dan menyebabkan anak masuk angin. Sistem kekebalan tubuh si kecil belum terbentuk penuh, sehingga si kecil pun tidak memiliki pertahanan yang sama seperti orang dewasa.

 

Dengan datangnya cuaca dingin dan hujan, banyak orang tua bertanya-tanya apa yang dapat mereka lakukan untuk mencegah anak-anak mereka menderita penyakit musiman yang khas ini.  Di bawah ini, Bunda akan menemukan tips praktis untuk mencegah anak masuk angin. Apa saja, ya?

 

Mandi dengan air hangat

Mandi dengan air hangat dapat membantu menenangkan bayi yang demam dan juga mencegah anak masuk angin. Mandi air hangat dapat meningkatkan suhu tubuh yang menggigil akibat udara dingin. Bunda cukup mengisi bak mandi dengan satu atau dua inci air hangat.

 

Agar lebih nyaman di kulit anak, gunakan spons mandi yang lembut atau waslap untuk menyekanya. Jangan gunakan air dingin atau air yang dicampur desinfektan. Setelah air sudah tidak terlalu hangat atau jika si kecil kedinginan, segera keluarkan si kecil dari bak mandi. Keringkan tubuh si kecil dengan handuk bersih.

 

Berikan baju berlapis yang hangat untuknya

Meski anak terlihat kurang nyaman dengan jaket atau baju berlapis, namun Anda harus tetap memberikannya kepada si kecil, terutama bila anak masuk angin. Dalam suhu yang dingin, memakaikan baju secara berlapis-lapis memungkinkan badan si kecil untuk menyesuaikan diri dengan udara yang dingin.

 

Agar anak Anda merasa nyaman, gunakan dalaman yang tipis dan pas di badan, seperti legging dan bodysuit. Setelahnya, Anda juga bisa melapisinya dengan celana dan kemeja lengan panjang. Pada lapisan ketiga, barulah Anda menggunakan jaket, topi, sarung tangan, dan sepatu yang hangat untuk menjaga tangan dan kaki si kecil dari kedinginan.

 

Pilih kain yang dapat memudahkan kulit untuk bernapas, seperti katun dan muslin. Pakaikan juga baju yang mudah dipakai dan dilepas, sehingga Anda dapat melepas dan mengganti pakaian sesuai kebutuhan dengan mudah. Bila hanya di rumah saja, Bunda bisa mengakalinya dengan memberi selimut hangat pada si kecil.

 

Penuhi kebutuhan vitamin

Suplemen vitamin C tidak diperlukan jika anak-anak Anda sudah rutin makan makanan yang seimbang. Namun, kebiasaan ini sangat sulit untuk dipertahankan. Untuk itu, Bunda bisa memberikan suplemen tambahan bagi si kecil. Jumlah vitamin harian yang direkomendasikan untuk anak-anak berusia 1-3 tahun adalah 15 mg.

 

Sementara suplemen vitamin C telah terbukti mengurangi durasi masuk angin, jangan lupa untuk tetap memenuhi kebutuhan vitamin C anak dari makanan utuh. Makanan kaya vitamin C yang mungkin disukai si kecil meliputi:

  • Buah dan jus jeruk
  • Paprika hijau
  • Semangka
  • Blewah
  • Stroberi
  • Kiwi
  • Mangga
  • Brokoli
  • Tomat

 

Minuman teh herbal hangat untuk si kecil

Saat mempertimbangkan teh untuk diberikan kepada anak Anda, pertama-tama Anda wajib melihat daftar bahan-bahannya. Banyak teh yang mengandung kafein, sebuah stimulan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun. Kafein dapat menyebabkan banyak gangguan pada si kecil, mulai dari kesulitan tidur, gangguan kecemasan, hingga masalah dengan peningkatan produksi urin dan penurunan kadar natrium/kalium.

 

Teh herbal yang dibuat dari daun, akar, dan biji tanaman ini cocok untuk menghangatkan tubuh si kecil dari dalam tanpa efek samping. Jenis teh ini biasanya tidak mengandung kafein. Beberapa teh herbal alami seperti chamomile telah dianggap aman untuk bayi dan anak kecil. Berikan pada si kecil minuman hangat ini untuk membuatnya merasa lebih hangat dan terhindar dari masuk angin.

 

Rebusan teh herbal seperti ginseng pun juga ampuh untuk mencegah anak masuk angin. Akan lebih baik bila Bunda memberikan teh herbal ini pada si kecil sebelum tidur, supaya tidurnya lebih nyenyak lagi.

 

Ajari si kecil untuk menjaga kebersihan

Mencuci tangan adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit umum seperti pilek dan flu. Penelitian telah menunjukkan bahwa mencuci tangan dapat mengurangi penyebaran penyakit menular di kalangan anak kecil. Nah, penyebab anak masuk angin ini biasanya karena imunitas tubuh yang melemah. Apabila si kecil tidak mampu menjaga kebersihannya, seperti misalnya suka memasukkan tangan kotor ke dalam mulut, maka semakin besar pula risiko terkena masuk angin.

 

Berikan pemahaman bahwa ada banyak kuman dan bakteri yang ada di benda dan tangannya. Ajarkan cara mencuci tangan yang benar dan biasakan si kecil untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh area wajah dan setelah memegang benda yang kotor.

Tags:

Halaman