ARTIKEL

Mengenal Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Anak dan Cara Mengatasinya

Jun 19, 2019 11:46am

Ketika anak sakit, tentu Bunda akan bersedih. Tidak hanya bersedih, Bunda pun harus mencari solusi atas penyakit yang anak derita. Salah satu jenis penyakit yang bisa terjadi pada anak adalah infeksi saluran kemih, Bunda. Ada beberapa gejala infeksi saluran kemih pada anak yang perlu Bunda ketahui, lengkap dengan cara mengatasinya. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini!

 

Gejala

Tahukah Bunda bahwa anak perempuan lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih? Hal tersebut karena anak perempuan mempunyai saluran kencing yang lebih pendek dibanding anak lak-laki, Bunda. Meskipun demikian, anak laki-laki juga masih mungkin mengalami infeksi saluran kemih. Nah, anak-anak yang memiliki risiko mengalami infeksi saluran kemih juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya menderita kelainan ginjal dan saluran kemih, kebiasaan tidak mencuci tangan setelah buang air, hingga disebabkan oleh faktor keturunan.

 

Karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi buah hati, tentu Bunda harus mengetahui sejumlah gejala infeksi saluran kemih pada anak agar dapat segera mengatasinya. Beberapa gejala infeksi saluran kemih pada anak adalah demam, munculnya nyeri pada saat buang air kecil, dan nyeri perut di area saluran kemih (biasanya di bawah pusar), anak mengeluarkan air kencing dengan bau tidak sedap, buang air kecil semakin sering (namun dengan jumlah sedikit), hingga anak menjadi sering mual dan muntah.

 

Penyebab

Pada umumnya, infeksi saluran kemih disebabkan saat bakteri menginfeksi saluran kemih, yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Selain itu, ada pula beberapa risiko yang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Di antaranya:

  1. Adanya kelainan terhadap struktur atau fungsi saluran kemih, seperti cacat ginjal.
  2. Aliran abnormal mundur urin dari kandung kemih sampai ureter dan menuju ginjal.
  3. Kebersihan toilet yang buruk.
  4. Penggunaan sabun mandi pada kelamin anak yang menyebabkan iritasi pada uretra.

 

Cara mengatasi

Setelah Bunda mengetahui beberapa gejala infeksi saluran kemih pada anak, kini saatnya Bunda mengetahui cara mengatasinya. Cara mengatasi infeksi saluran kemih pada anak di antaranya adalah:

  1. Segera setelah Bunda melihat gejala infeksi saluran kemih pada si kecil, segera periksakan kondisinya ke dokter anak. Apabila Bunda menunda penanganannya, infeksi ini dapat menyebabkan penyakit serius, seperti kerusakan pada ginjal yang membahayakan.
  2. Dalam rangka mendiagnosis infeksi saluran kemih, dokter akan menyarankan pemeriksaan urin. Apabila Bunda mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa infeksi disebabkan oleh infeksi bakteri, Bunda bisa mengobati anak dengan memberinya obat antibiotik.
  3. Penting untuk Bunda ketahui bahwa infeksi saluran kemih umumnya akan sembuh 3-10 hari setelah anak mengonsumsi obat antibiotik. Selain membuat anak mengonsumsi antibiotik yang diberikan dokter, Bunda juga harus memastikan anak banyak minum air putih.
  4. Setelah anak selesai mengonsumsi antibiotik yang diberikan, umumnya dokter akan kembali merekomendasikan pemeriksaan urin anak, Bunda. Pemeriksaaan urin bertujuan untuk memastikan bahwa infeksi yang diderita anak benar-benar sudah hilang.

 

Cara pencegahan

Ada beberapa cara mencegah infeksi saluran kemih pada anak, yakni:

  • Rutin mengganti popok pada bayi dan balita. Tujuannya membantu mencegah penyebaran bakteri penyebab infeksi saluran kemih.
  • Mengajarkan anak membersihkan area kemaluan. Khususnya saat anak Bunda sudah mulai toilet training.
  • Cara membersihkan area kemaluan dengan benar. Ajarkan anak menyeka area kemaluan dari arah depan ke belakang untuk mencegah kuman menyebar dari rektum ke uretra.
  • Jangan tahan pipis. Beri tahu anak agar tidak menahan pipis. Sebab, urin yang masih di kandung kemih memberikan bakteri tempat yang baik untuk berkembang.

 

Jika Bunda sudah melihat gejala infeksi saluran kemih pada anak, pastikan segera melakukan langkah-langkah mengatasinya seperti disebutkan di atas ya, Bunda. Sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Semoga bermanfaat!

Tags:

Halaman

Artikel Terkait