

ARTIKEL
Mengenal 4 Jenis Virus Influenza dan Perbedaannya
Jun 28, 2024 10:05am
Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza yang menyerang sistem pernapasan, yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penyakit ini bukanlah penyakit langka dan dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga dewasa, terutama untuk orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, badan terasa lelah, serta nyeri otot sendi.
Cara penularan virus influenza juga sangat mudah, hanya dengan percikan air liur penderita saat bersin atau batuk. Umumnya, Influenza A adalah jenis yang paling banyak ditemukan, namun tahukah bunda terdapat 3 jenis virus influenza lainnya? Apa saja perbedaannya? Mari kita bahas satu-persatu!
Jenis Virus Influenza
Dilansir dari laman WHO, terdapat 4 jenis virus influenza, yaitu Influenza tipe A, B, C, dan D. Keempat jenisnya sama-sama menyebabkan infeksi pernafasan, namun perbedaannya terdapat pada jangkauan inangnya, kemampuan menyebabkan wabah, dan parah atau tidaknya potensi penyakit terhadap manusia.
1. Influenza A
Influenza Tipe A adalah salah satu jenis virus influenza yang paling banyak ditemukan. Influenza tipe A dapat menginfeksi manusia dan hewan. Jangkauan inang yang luas ini membuat influenza tipe A sering menjadi penyebab pandemi global.
Virus Influenza tipe A dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, mulai dari ringan hingga berat. Tingkat keparahan penyakit sering kali bergantung pada usia dan imun orang yang terinfeksi. Beberapa subtipe influenza Tipe A yang terkenal termasuk H1N1 (flu babi), H3N2, H5N1 (flu burung), dan H7N9. Mungkin bunda juga sudah pernah mendengar beberapa subtipe tersebut yang telah menyebabkan wabah dan sering dikaitkan dengan penyakit parah.
Gejala yang biasanya dialami adalah demam, batuk, hidung berair, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan badan terasa lemas. Saat gejala tersebut muncul, si kecil perlu istirahat dengan cukup. Bunda juga bisa memberikan Termorex Plus sebagai pertolongan pertama.
Termorex Plus adalah sirup obat yang dapat dalam meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk. Termorex Plus memiliki varian rasa jeruk dan tidak mengandung alkohol.
Bunda bisa beli Termorex Plus, di Apotek dan toko obat terdekat, atau beli secara online di Official Store Konimex di e-commerce favorit Bunda seperti Konimex estore, Shopee, Tokopedia, dan Lazada.
2. Influenza B
Virus influenza Tipe B juga cukup banyak ditemukan, namun influenza tipe ini lebih banyak menyerang manusia dan tidak dapat menginfeksi burung atau hewan lain. Secara umum, virus influenza Tipe B menyebabkan gejala dan penyakit yang mirip, namun tidak separah tipe A.
Karena jangkauan inangnya tidak terlalu luas, kecil kemungkinannya untuk menyebabkan pandemi dibandingkan virus Tipe A. Umumnya, virus tipe ini hanya bertahan selama seminggu hingga dua minggu pada tubuh manusia jika ditangani dengan benar.
3. Influenza C
Virus influenza Tipe C lebih jarang ditemukan dan umumnya menyebabkan penyakit pernafasan yang lebih ringan dibandingkan dengan Tipe A dan B. Influenza tipe ini lebih banyak menginfeksi manusia, dan berpotensi untuk menginfeksi hewan lain seperti babi, namun kemungkinannya sangat kecil.
Infeksi virus ini biasanya hanya menyebabkan gejala pernapasan ringan, seperti pilek, sakit tenggorokan, dan batuk ringan. Pandemi akibat influenza tipe ini sangat jarang terjadi, penyakit yang ditimbulkan juga tidak separah infeksi virus influenza tipe sebelumnya. Sampai saat ini belum ada vaksin khusus untuk virus influenza tipe C, karena memang sangat jarang terjadi.
4. Influenza D
Virus influenza tipe D adalah yang paling tidak umum di antara jenis virus influenza lainnya. Hal ini disebabkan karena virus influenza tipe ini banyak menginfeksi sapi, babi, hewan ternak, dan belum pernah menginfeksi manusia. Infeksi virus ini pada hewan dapat menyebabkan penyakit pernafasan ringan dan pneumonia.
Cara penularannya hanya menyebar di antara hewan, khususnya dalam kawanan ternak. Mengingat jangkauan inangnya yang sangat kecil, virus ini tidak berpotensi untuk menjadi pandemi yang membahayakan manusia.
Virus Influenza, terutama tipe A dan B merupakan masalah kesehatan masyarakat yang jangkauannya luas dan berpotensi untuk menimbulkan penyakit serius jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mencegah si kecil tertular virus ini, bunda bisa melakukan vaksinasi Influenza sejak anak usia 6 bulan di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan terdekat.
Artikel Lainnya: Mengenal Virus Flu disetai Batuk dan Cara Melindungi Anak dari Penularannya