ARTIKEL

5 Tanda Anak Sudah Siap untuk Toilet Training

Jun 27, 2019 6:13pm

Biasanya orang tua merasa kewalahan saat anaknya tidak mampu menahan diri untuk buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Hal ini pun membuat Bunda ingin segera mengajari si kecil agar bisa menggunakan toilet (toilet training). Sayangnya, si kecil kerap terkesan menolak hal ini.

Bunda, tidak semua anak bisa diajari buang air kecil dan buang air besar menggunakan toilet sejak dini, lho. Ada beberapa pertimbangan yang harus Bunda ketahui. Jika si kecil terus dipaksakan melakukan toilet training, hal ini justru bisa melukai kandung kemihnya. Setidaknya bunda harus bersabar hingga si kecil merasa siap. Lantas, bagaimana caranya bunda mengetahui sang buah hati sudah siap diajari toilet training? Ini dia beberapa tanda yang bisa Bunda perhatikan.

Usia Anak

Sebetulnya tidak ada patokan usia resmi untuk melatih si kecil toilet training. Namun, umumnya anak diajarkan menggunakan toilet pada usia 18 hingga 24 bulan. Usia menjadi pertimbangan penting karena berhubungan dengan kesiapan fisik dan mental si kecil. Hal yang perlu bunda perhatikan adalah bila ia sudah mampu menahan keinginan buang air kecil dan bisa mengkomunikasinya kepada Bunda, maka ini pertanda ia sudah bisa diajari toilet training.

Ekspresi saat menahan BAK atau BAB

Saat si kecil memperlihatkan ekspresi sedang menahan rasa BAK atau BAB, itu pertanda si kecil sudah bisa diajarkan toilet training. Ketika bunda melihat ada pertanda seperti itu, Bunda harus bertanya, menjelaskan kepadanya apa yang harus dilakukan, dan di mana dia harus melakukannya. Sebaliknya, ada sebagian anak yang tahu dan terkadang melapor ke Bundanya jika ia sedang BAK atau BAB. Apabila si kecil sudah mampu mengenali hal ini, Bunda bisa segera membimbingnya untuk toilet training.

Ingin melepaskan popok kotor  

Tanda berikutnya adalah ketika si kecil merasa jijik dengan popok kotornya sendiri yang masih terpasang dan ingin segera melepaskannya. Si kecil juga biasanya meminta agar Bunda menggantikan popok yang baru untuknya jika popok yang dipakainya sudah kotor. Lalu, apabila si kecil mampu menahan popok tetap kering selama dua jam, sepertinya Bunda sudah bisa melakukan toilet training.

Lebih nyaman menggunakan celana daripada popok

Coba Bunda perhatikan, apakah si kecil lebih nyaman menggunakan celana daripada popok? Jika sudah seperti itu, Bunda tidak perlu memakaikan popok lagi pada si kecil. Ajarkan pula cara ia menggunakan dan melepaskan celananya sendiri. Perlu diketahui bahwa kemampuan anak memakai celana sendiri merupakan keterampilan toilet training yang paling bisa dikuasai. Umumnya, ini terjadi pada usia 29,5 bulan untuk anak perempuan dan usia 33,5 bulan untuk anak laki-laki.

Menunjukan ketertarikannya untuk BAK dan BAB di toilet

Jika si kecil sudah menunjukkan ketertarikannya untuk BAK atau BAB di toilet, itu tentu merupakan pertanda yang baik. Bimbinglah dan kenalkan si kecil tentang fungsi toilet. Jika perlu, Bunda bisa berikan sedikit pujian agar dapat memberikan dorongan pada si kecil untuk membiasakan BAK atau BAB di toilet. Lalu, apabila jam-jam anak buang air sudah bisa mulai diprediksi, misalnya sebelum tidur atau setelah makan, tandanya ia sudah siap untuk menjalani toilet training.

 

Nah, apabila Bunda merasakan tanda-tanda di atas, kemungkinan besar si kecil sudah siap untuk menerima toilet training. Hal ini akan membantu anak untuk belajar lebih mandiri. Tentunya akan berdampak positif pula terhadap tumbuh kembangnya. Good luck Bunda!

Tags:

Halaman

Artikel Terkait