Tips Agar Si Kecil Terhindar Dari Batuk

Sep 14, 2016 12:40am

Saat pergantian musim (pancaroba) biasanya berdampak terhadap kondisi tubuh. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap orang dewasa saja akan tetapi juga pada anak-anak.

Salah satu penyakit yang sering hinggap saat terjadi pergantian musim adalah batuk. Batuk sebenarnya merupakan upaya alami tubuh untuk mengeluarkan lendir atau benda asing dari paru-paru dan saluran tenggorokan yang tersumbat. Sebagai orang tua, pasti bunda tidak tega dan khawatir jika si kecil menderita batuk. Namun, selama batuk yang dialami anak tidak mengakibatkan gangguan makan, minum dan pernapasannya, sebenarnya Bunda tidak perlu khawatir meski jika dilihat sekilas nampak mengganggu. Sebenarnya batuk itu dapat bermanfaat loh Bunda! Batuk bermanfaat untuk membersihkan dahak atau lendir dari dalam dada maupun bagian belakang tenggorokan. Berikut ini beberapa penyebab dan cara pencegahan batuk pada anak-anak diantaranya:

 

Faktor Udara atau Lingkungan

Faktor udara atau lingkungan seperti asap rokok, debu atau berada di sekitar hewan peliharaan bisa menyebabkan si kecil batuk. Nah jika penyebabnya seperti ini, batuk si kecil  dapat di redakan dengan memberikan si kecil minuman hangat seperti air putih hangat, teh hangat, jus jeruk lemon hangat dengan madu. Untuk mencegahnya Bunda dapat memakaikan si kecil masker.

 

Infeksi atau virus

Batuk yang disebabkan oleh infeksi atau virus biasanya diiringi dengan sesak nafas dan demam. Batuk kering merupakan upaya menghilangkan gangguan yang terjadi karena rasa gatal pada bagian belakang tenggorokan. Ini terjadi karena adanya pembengkakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan. Batuk kering biasanya disertai dengan pilek dan flu.  Bunda dapat memberikan Anakonidin jika si kecil batuk disertai pilek dan Anakonidin OBH jika si kecil batuk disertai flu dan demam.  

Namun jika timbul gejala lain yang mengiringi batuk, segeralah Bunda konsultasikan kepada dokter spesialis anak untuk memperoleh pertolongan secepatnya, seperti :

  • Dehidrasi yang ditandai dengan mulut kering, pusing, mengantuk, menangis tanpa air mata, mata cekung, dan lebih sedikit buang air kecil.
  • Pucat atau biru pada bibir, lidah, atau wajah.
  • Kesulitan bernapas atau napas lebih cepat dari biasanya.
  • Demam makin parah.
  • Anak tampak lemas, rewel, dan tidak nyaman.
  • Kesulitan bernapas atau napas lebih cepat dari biasanya, Napas berbunyi setelah batuk.
  • Batuk disertai darah.
Halaman:

Recommended Article


Our Channels: