Penyebab Anak Mengalami Batuk

Oct 24, 2016 4:03pm

Batuk merupakan kondisi yang relatif umum yang sering kita jumpai baik kepada anak- anak maupun kepada orang dewasa bahkan tak heran bila kebanyakan orang menganggap jenis penyakit ini adalah penyakit biasa, sehingga pada penyakit jenis ini jarang sekali di periksakan ke dokter. Namun sebenarnya jangan bunda menganggap remeh pada jenis penyakit tersebut dan alangkah baiknya bila bunda segera memeriksakan atau berkonsultasi kepada dokter guna mencegah resiko-resiko yang timbul. Lalu kapan waktu yang tepat untuk bunda memeriksakan si kecilnya ke dokter?

 

Jika timbul gejala lain yang mengiringi batuk, segera konsultasikan kepada dokter atau bawa anak ke unit kesehatan terdekat untuk memperoleh pertolongan secepatnya. Misalnya jika terjadi gejala:

 

  • Adanya peradangan
  • Bila si kecil mengalami batuk berdahak yang tak kunjung sembuh hingga lebih dari sepekan.
  • Jika batuk berdahak yang disertai dengan demam tinggi, sulit untuk bernafas, nyeri pada dada, nafas berbunyi setelah batuk dan tidak nafsu makan hingga berat badan si kecil menurun.
  • Jika dahak yang keluar berwarna hijau pekat atau merah muda dan berbusa.
  • Jika terdapat darah pada dahak.
  • Tubuh menjadi memerah/ membiru.
  • Timbul gejala baru seperti sakit kepada telinga atau ruam pada kulit.
  • Mengalami kejang.

 

Tahukah bunda? batuk juga bisa di derita pada bayi yang berusia 1 thn kebawah namun sebenarnya batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk melindungi tubuh si kecil dengan cara membuang lendir dan pada umumnya anak-anak memiliki periode batuk yang berulang, namun batuk tersebut hanya berlangsung singkat, penyebab batuk seperti ini paling sering terjadi karena adanya infeksi virus pada saluran pernafasan atas yang dapat mengakibatkan si kecil mengalami flu atau batuk pilek biasa. Inilah penyebab batuk pilek pada anak yang sering terjadi yang di tandai dengan hidung meler, batuk kering atau batuk berdahak disertai demam. Adapun penyebab batuk pada si kecil antara lain :

 

1. Alergi

Jika si kecil memiliki alergi di hidung, lendir yang melewati tenggorokan si kecil dapat memicu terjadinya iritasi, hal ini dapat menyebabkan batuk yang berkepanjangan.

2. Asma

Batuk juga bisa menjadi gejala Asma.

3. Iritasi

Faktor udara juga dapat memicu terjadinya batuk, seperti debu, asap rokok, udara berasap, bahkan bahan kimia dapat mengiritasi saluran pernafasan yang dapat memicu batuk.

4. Infeksi Virus

Pilek, flu, bronchiolitis, Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan Croup.

5. Infeksi Bakteri

 

Infeksi sinus, Pneumonia, dan batuk rejan (Pertusis atau batuk 100 hari) dapat menyebabkan batuk yang serius. Pertusis dapat menyerang semua golongan umur dan rata-rata yang terbanyak anak-anak umur 1 tahunan, gejalanyapun bertahap gejala awal munculnya gejala ringan seperti hidung berair dan tersumbat, bersin-bersin, mata berair, radang tenggorokan, batuk ringan hingga demam. Pada tahap inilah beresiko menularkan batuk rejan ke lingkungan sekitar. Tahap selanjutnya ditandai dengan meredanya semua gejala-gejala flu, namun batuk justru bertambah parah dan tidak terkontrol, batuk terus menerus yang diawali dengan tarikan nafas panjang lewat mulut. Tahap ini berlangsung 2 hingga 4 minggu lebih, tahap pemulihan biasanya batuk rejan mulai membaik namun tetap ada bahkan bisa batuk lebih keras, tahap pemulihan ini bisa bertahan hingga 2 bulan atau lebih tergantung dari pengobatan.

 

Bila bunda menemukan gejala-gejala tersebut segeralah lakukan pemeriksaan terhadap si kecil ke dokter spesialis anak, agar mendapatkan penanganan langsung sehingga dokter dapat mendeteksi apakah batuk tersebut terjadi karena adanya bakteri, virus atau yang lain dan jangan memberikan antibiotik secara langsung tanpa resep dokter, karena pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan.

 

 

 

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: