Pentingnya Imunisasi Pada Anak

Nov 02, 2015 2:51pm

Oleh: dr. Aditya Kurnianto

Imunisasi atau vaksinasi merupakan suatu hal yang penting diberikan pada setiap anak Indonesia. Imunisasi sendiri adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan anak sehingga dapat mencegah terjadinya suatu penyakit. Sayangnya, masih banyak anak di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh penyebaran informasi yang kurang tepat mengenai pentingnya imunisasi. Informasi mengenai vaksin dapat menyebabkan autisme, vaksin yang terbuat dari lemak babi, hingga vaksin yang menimbulkan kematian adalah informasi yang tidak benar. Hingga saat ini, imunisasi atau vaksinasi terbukti aman dan bermanfaat untuk mencegah penyakit menular berbahaya.

 

Vaksin sendiri adalah virus atau bakteri yang dilemahkan atau dimatikan yang kemudian dimasukkan ke dalam tubuh anak, sehingga akan menghasilkan sistem kekabalan. Bakteri atau virus tersebut tidak membahayakan untuk anak, tetapi tubuh anak justru akan mengenali jenis kuman penyebab penyakit tertentu, kemudian akan membentuk sistem kekebalan terhadap penyakit tersebut. Dengan adanya sistem kekebalan, maka jika ada kuman penyakit yang masuk, maka tubuh anak akan melawan kuman penyakit tersebut. Sebenarnya pada saat lahir, anak sudah mendapat kekebalan alami yang didapatkan dari bunda saat kehamilan. Namun, kekebalan alami saja tidak tidak cukup untuk mencegah terjadinya penyakit menular yang berbahaya pada anak bunda, karena tidak bertahan lama, sehingga imunisasi atau vaksinasi sangat penting diberikan pada anak.

 

Selain itu, hal yang penting diketahui oleh bunda adalah mengenai waktu pemberian imunisasi. Imunisasi sebaiknya dilakukan teratur sesuai jadwal dan tetap melakukan pemberian imunisasi ulangan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa imunisasi dasar yang penting diberikan pada anak yaitu polio, BCG, hepatitis B, DPT (Difteri, Pertussis dan Tetanus), dan campak. Namun, bukan berarti vaksin lainnya seperti Pneumococcus, HiB, Influenza dan lainnya tidak diperlukan. Vaksin tersebut tetap dianjurkan. Saat ini sudah tersedia vaksin pentavalen yang berisi DPT, Hepatitis B dan HiB, sehingga dapat diberikan dalam satu suntikan yang akan meningkatkan kenyamanan pada bayi dan bunda. Setelah imunisasi memang terkadang dapat terjadi demam, kemerahan atau bengkak di daerah sekitar suntikan, tetapi hal tersebut merupakan hal yang wajar dan akan hilang dalam beberapa hari. Bunda dapat memberikan obat penurun panas pada anak dengan dosis sesuai anjuran dari dokter.

 

Bunda tidak perlu takut dan khawatir ketika anak anak akan disuntik vaksin. Ajaklah anak bicara, ditenangkan, atau dibacakan cerita. Jika bayi masih menyusui, maka bunda dapat langsung menyusui bayi setelah disuntik untuk menenangkannya. Rasa manis pada ASI akan menjadi pereda rasa sakit jarum suntik pada bayi. Bayi dan anak yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari penyakit menular berbahaya sehingga dapat meningkatkan tumbuh kembang anak, dan anak dapat bermain serta beraktivitas dengan sehat dan ceria.****

 

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: