Olahraga Dan Aktifitas Fisik Yang Bermanfaat Untuk Tumbuh Kembang Anak

Sep 04, 2017 2:32pm

 

 

AKTIFITAS ANAK SESUAI UMUR

Yang termasuk anak adalah bayi prematur hingga anak berusia 18 tahun dan rentang umur tersebut dikelompokkan lagi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menjadi:

 

  1. Neonatus (newborn / bayi baru lahir), adalah bayi usia 0 hari hingga usia 1 bulan. Pada usia ini, bayi masih belum mempunyai kemampuan fisik apapun selain menangis, dan membiarkan bayi menangis selama 1 jam per hari merupakan salah satu contoh aktifitas fisik bagi bayi agar paru-paru dan dinding dadanya berkembang optimal.
  2. Bayi, adalah usia 1 bulan hingga 1 tahun. Di rentang usia ini adalah masa pertumbuhan perkembangan yang paling pesat bagi anak. Di mana anak mulai belajar berbicara dan berjalan, mengenal benda-benda dan stimulasi terbaik sesuai umur wajib dilakukan pada rentang usia ini. Ketika bayi sudah dapat tengkurap, ajaklah ia tengkurap ketika bermain setidaknya 30 menit sehari dalam rentang waktu terbagi, topanglah kepalanya jika masih diperlukan. Berikanlah ia mainan-mainan yang dapat merangsangnya untuk meraih, menggenggam, berguling, merangkak dan berdiri. Berikanlah tempat yang cukup luas dana man baginya untuk mengeksplorasi lingkungan dan memperkuat otot serta tulangnya.
  3. Batita (toddler), adalah anak usia 1-3 tahun. Perkembangan otak di rentang usia ini lebih maju daripada perkembangan motoriknya, sehingga stimulasi aktifitas fisik juga penting dilakukan agar koordinasi gerakan motoriknya dapat mengejar perkembangan otak anak. Bentuk aktifitas fisiknya mulai lebih bervariasi dan banyak menghabiskan tenaga seperti melompat, memanjat dan berlari. Untuk melatih fungsi dan kemampuan motorik, serta perkembangan lainnya seperti kemampuan koordinasi mata-tangan (motorik halus), keseimbangan, dan ritme gerak fisik, jangan lupa berikan musik untuk merangsang perkembangannya. Interactive guided playatau bermain interaktif dengan arahan seperti berlatih menari, yang juga melatih anak untuk mengikuti instruksi. Mulai kenalkanlah permainan dengan bola, permainan yang didorong dan ditarik seperti gerobak atau kereta-keretaan.
  4. Balita, adalah anak usia 3-5 tahun. Di usia ini, anak umumnya mulai dimasukkan ke taman bermain dan mulai bergaul dengan teman sebayanya. Aktifitas fisik berkelompok sebaiknya mulai diajarkan agar anak tidak egois dan dapat bekerja sama.
  5. Anak usia prasekolah memiliki banyak sekali pilihan permainan yang dapat dijadikan aktivitas fisik. Selipkan latihan yang membuat anak bernafas lebih cepat dan dalam. Misalnya, ajak anak berlomba jarak pendek saat bersepeda. Tekankan suasana senang bukan kompetisi di saat lomba.
  6. Anak, adalah usia 5-12 tahun. Memasuki usia sekolah, kegiatan fisik dengan intensitas yang cukup berat sudah dapat diberikan 3 kali dalam seminggu, misalnya aerobik, lari atau loncat tali. Anak sudah dapat diajarkan instruksi yang terdapat dalam suatu permainan dan hindari gerakan yang terlalu kompleks dan berulang-ulang agar anak tetap senang melakukan aktifitas fisik. Terapkan secara bertahap aturan yang ada pada cabang-cabang olahraga pada saat anak anda melakukan olahraga terutama saat olahraga berkelompok agar ketrampilan kognitifnya turut terasah dan terbiasa bekerjasama di dalam tim.
  7. Remaja, adalah usia 12-18 tahun. Pada usia ini, biasanya anak sudah menyadari kebutuhan olahraga dan aktifitas fisik apabila sudah dibiasakan sejak kecil. Olahraga juga membentuk otot dan meningkatkan kekuatan otot dan tulang serta mengurangi lemak tubuh sehingga menjaga kesehatan fisik. Selain itu, olahraga dapat mengurangi depresi, cemas, dan meningkatkan percaya diri dan keahlian. Remaja memiliki banyak pilihan dan waktu yang lebih panjang dalam berolahraga. Olahraga yang bersifat kompetitif seperti pertandingan dan perlombaan antar kelas, antar sekolah atau antar klub olahraga merupakan tantangan tersendiri bagi remaja.

 


Halaman:

Recommended Article


Our Channels: