Mimisan Pada Anak, Apakah Berbahaya?

Jan 22, 2016 7:17pm

Bu Ambar, seorang kepala sekolah TK yang cukup ternama, sedang membuat evaluasi atas kinerja guru-guru yang menjadi bawahannya ketika tiba-tiba Bu Seli, guru kelas B2 dengan tergopoh-gopoh membawa salah seorang muridnya, Mira, ke kantor guru. Darah mengucur dengan deras dari hidungnya. Baju seragamnya sampai basah terkena darah. Dengan sigap dan tanpa bertanya-tanya, Bu Ambar menyuruh Bu Seli mendudukkan Mira di sebuah bangku dengan posisi kepala agak menunduk. Setelah mengambil beberapa helai kertas tisu dari mejanya, ia langsung menghampiri Mira, menempelkan tisu pada hidungnya sambil menekan bagian lunak pada hidung anak itu menggunakan jemarinya. Ia menyuruh Mira bernapas dengan mulutnya. Beruntung anak itu termasuk anak yang pemberani. Ia tidak panik. Setelah kira-kira 10 menit, Bu Ambar melepaskan tekanannya. Darah masih mengucur, tetapi tidak sederas semula, maka Bu Ambar menekan kembali hidung Mira di bagian yang sama dengan tekanan yang stabil. Beberapa menit kemudian ia melepaskan tekanannya. Syukurlah! Kini pendarahan sudah berhenti. Mira sudah dapat bernapas kembali menggunakan hidungnya. Bu Seli membasuh Mira, kemudian mengganti baju seragamnya yang kotor dengan baju seragam cadangan yang selalu tersedia di sekolah itu.

 

Mimisan adalah kondisi yang biasa dialami oleh anak-anak, terutama pada usia 3 – 10 tahun. Pada lapisan hidung terdapat pembuluh darah, yang pada sebagian anak cenderung lebih rapuh dan mudah pecah. Itu sebabnya anak-anak lebih sering mengalami mimisan daripada orang dewasa.

 

Mimisan pada anak-anak dapat terjadi karena pengaruh cuaca dingin yang sangat kering atau kelembaban udara yang rendah. Menghembuskan napas terlalu keras ketika membuang ingus atau mengorek hidung juga dapat menyebabkan mimisan. Namun tidak dipungkiri bahwa pendarahan dapat pula terjadi akibat benturan pada hidung atau ada benda asing yang masuk ke dalam hidung.

 

Akan tetapi kita tidak usah panik ketika mimisan dialami oleh buah hati bunda atau oleh anak asuh kita. Mimisan terkesan mengerikan, tetapi biasanya tidak berbahaya. Ada langkah mudah untuk melakukan pertolongan pertama dalam kasus seperti ini. Seperti yang dicontohkan oleh Bu Ambar, anak yang terserang mimisan disuruh duduk dengan kepala agak menunduk. Jangan disuruh bersandar atau berbaring, karena darah malahan bisa mengalir ke dalam tenggorokan, yang akan membuat anak tersedak, batuk, atau muntah.

 

Tekan bagian hidung yang lunak dengan kertas tisu atau saputangan bersih. Tetapi jangan dimasukkan ke dalam rongga hidung. Yang paling penting adalah menekan bagian pembuluh darah yang pecah untuk menghentikan pendarahan. Mekanisme pembekuan darah yang baik akan membantu mempercepat penghentian pendarahan. Suruh anak bernapas dengan mulut, meskipun penekanan kedua lubang hidung sebetulnya memaksa anak bernapas dengan mulut. Setelah penekanan selama kira-kira 10 menit, hentikan penekanan dan periksa apakah pendarahan sudah berhenti. Seandainya belum, ulangi penekanan sekali lagi. Biasanya pendarahan sudah berhenti setelah penekanan yang kedua.

 

Kendati demikian, bunda harus tanggap apabila pendarahan belum berhenti meskipun pertolongan dengan penekanan tidak berhasil menghentikan pendarahan. Segera bawa anak itu ke rumah sakit terdekat. Gejala lain yang juga mengharuskan bunda membawa anak ke rumah sakit adalah jika ia tampak lemas, pucat, sulit diajak berkomunikasi, dan tubuhnya berkeringat. Anak dengan pendarahan yang terlalu banyak juga harus dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, kalau buah hati bunda terlalu sering mengalami mimisan, misalnya lebih dari dua kali dalam seminggu, sebaiknya bunda membawa buah hati bunda ke balai pengobatan yang akan merujuknya ke pemeriksaan lebih lanjut.

 

Apabila bunda yakin bahwa buah hati bunda sehat. Bunda dapat mengantisipasi beberapa penyebab mimisan, antara lain dengan mencegah buah hati bunda memasukkan benda asing ke dalam hidung, mengajarinya untuk tidak menghembuskan napas terlalu kencang saat buang ingus, dan senantiasa mengawasinya sewaktu bermain untuk mencegahnya mengalami benturan pada hidung. Seandainya buah hati bunda sudah dapat membersihkan hidungnya dengan jemarinya, pastikan tangannya tidak kotor dan kukunya tidak terlalu panjang sehingga tidak melukai diri sendiri. Mimisan yang terjadi karena pembuluh darah yang tipis biasanya akan berhenti seiring dengan pertambahan usia dan perbaikan mekanisme pertahanan tubuhnya. ***

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: