Mengenali Gejala Penyakit Batuk

Oct 24, 2016 3:57pm

Apakah bunda memiliki anak yang sedang mengalami batuk? Saya adalah seorang ibu yang memiliki seorang anak berusia 7 tahun, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman yang mungkin bunda juga sedang mengalami hal yang sama. Pada suatu malam ketika si kecil sedang terlelap tidur tiba-tiba terbangun akibat batuk terus-menerus yang mengakibatkan si anak terganggu waktu tidurnya, awalnya saya tidak merasa cemas karena penyakit batuk adalah hal biasa yang dialami manusia baik orang dewasa ataupun anak-anak, apalagi bila telah memasuki musim pancaroba, akhirnya saya berinisiatif untuk memberikannya segelas air putih hangat untuk meringangkan batuknya, selain itu saya juga membalurkan minyak kayu putih keseluruh tubuhnya, dengan harapan agar si kecil dapat melanjutkan tidurnya. Sebagai orang tua pasti bunda akan merasa sedih bila melihat si buah hati batuk disaat tertidur lelap sehingga waktu tidurnya pun tidak maksimal.

 

Beberapa hari kemudian batuknya pun semakin lama semakin sering, oleh karena itu saya memutuskan untuk membawanya ke dokter spesialis anak untuk mengetahui penyebab dan gejala yang memicu batuk. Oke bunda, mari kita kenali gejala penyakit batuk itu apa dan apakah merupakan jenis penyakit berbahaya? Batuk merupakan suatu gejala yang bersifat melindungi bagi tubuh. Batuk merupakan upaya alami tubuh untuk mengeluarkan lendir atau benda asing dari paru-paru dan aliran udara yang tersumbat.

 

Namun jika didiamkan dan berlangsung lama kemungkinan besar bisa menjadi gejala dari suatu penyakit, ada beberapa penyakit yang timbul akibat batuk yang terus menerus dan tak kunjung sembuh antara lain :

 

  1. TBC/TB

TBC/TB (Pneumonia) merupakan penyakit infeksi akut pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus (seperti virus flu). Pada anak – anak, TB termasuk batuk berbahaya tetapi dapat disembuhkan dengan pengobatan intensif selama 6 bulan. Gejala gangguan ditandai dengan :

  • Hidung tersumbat.
  • Muntah.
  • Napas diiringi suara mendenging.
  • Kesulitan untuk bernapas hingga terlihat dada dan perut yang menggembung.
  • Terasa nyeri di bagian dada.
  • Tidak nafsu makan, sehingga bisa memicu dehidrasi.
  • Pada kasus yang parah, bibir dan kuku jari bisa berubah warna menjadi kebiruan atau abu-abu.

 

  1. ASMA

Gejala-gejala asma yang umumnya dialami:

  • Batuk yang bersifat menetap atau tidak kunjung sembuh.
  • Kesulitan bernapas. Jika anak Anda masih bayi, Anda dapat mendeteksi kesulitan bernapas si kecil saat menyusui atau memberinya makan.
  • Mengi atau muncul bunyi saat bernapas.
  • Saat beraktivitas, anak tampak kurang bertenaga, mudah lemas, dan sering batuk. 
  • Tarikan napas yang pendek dan cepat.

Hal ini menunjukan bahwa adanya penyempitan pada saluran pernafasan yang menyebabkan aliran udara menjadi terhambat. Adapun faktor penyebab penyakit Asma pada anak-anak antara lain:

  • Lahir prematur
  • Paparan polusi udara atau asap rokok saat masih di dalam kandungan dan setelah lahir.
  • Faktor genetic atau keturunan (anggota keluarga yang mengidap asma, eksim, gatal-gatal, atau rhinitis).
  • Infeksi saluran pernapasan yang terjadi berulang-ulang dan bersifat parah seperti pneumonia.

 

  1. BRONKITIS

Penyakit ini disebabkan oleh adanya virus yang masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan. Batuk pada penyakit bronkitis disertai suara seperti bersiul, lendir berwarna kuning keabu-abuan atau hijau dan demam. Faktor penyebabnya bisa dari asap roko,polusi udara, alergi dan juga bisa disebabkan oleh faktor makanan yang tidak sehat atau tidak bersih, untuk mencegah penyakit Bronkitis ini bunda bisa memberikannya vaksin Flu dan menyarankan sikecil untuk mencuci tangannya saat ingin makan dan sesudah makan, bukan hanya itu saja bunda juga perlu memperhatikan alat makan yang digunakan untuk si kecil.

 

  1. PERTUSIS

Pertusis/ batuk ejan disebabkan karena bakteri jahat yang menginfeksi ke paru-paru, batuk rejan ini ditandai dengan batuk yang terus menerus, nafas terengah-engah, anak bisa menderita batuk rejan hingga 3 bulan lamanya, sehingga batuk ini bisa disebut juga batuk seratus hari. Batuk rejan dapat menyebar dengan cepat, oleh karena itu vaksin Pertusis sangat diperlukan untuk mencegah seseorang anak terkena batuk rejan.

Nah, bila si kecil bunda mengalami beberapa gejala batuk seperti yang disebutkan di atas, maka sebaiknya segeralah bunda membawa si kecil ke rumah sakit atau ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan medis dan pertolongan yang tepat.

 

 

 

 

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: