Mengenal Kolik dan Tips untuk Mengatasinya

Feb 04, 2016 1:45pm

Kolik adalah sakit perut parah yang membuat bayi menangis tak henti-hentinya. Keadaan ini tentu saja dapat membuat orangtua merasa bingung dan sedih.

 

Memang inilah yang dialami oleh Astri seorang ibu muda ketika putrinya, Wulan, yang baru berusia tiga bulan menunjukkan gejala seperti itu. “Aku bingung, kok Wulan menangis kuat sekali, aku mengira ia merasa lapar. Aku mencoba menyusuinya, eh malah dilepas, hanya mengisap sebentar, lalu menangis lagi. Aduh, bagaimana ini ya?!” ungkapnya dengan panik.

 

Kepanikan Astri tidak mustahil akan bunda rasakan. Beruntung bunda gemar membaca sehingga lebih siap ketika sewaktu-waktu buah hati bunda mengalami situasi-situasi yang tidak bunda inginkan. Betul, menangis adalah cara satu-satunya yang mampu diperbuat oleh bayi untuk mengomunikasikan rasa tidak nyamannya. Rasa tidak nyaman itu bisa lapar atau haus, tetapi menangis bisa juga ia gunakan ketika rasa tidak nyaman itu berkaitan dengan masalah kesehatan. Salah satunya adalah kolik.

 

Memang, ada bayi yang berhasil melewati masa bayinya tanpa tanda-tanda kolik, tetapi sebagian yang lain tidak semujur mereka. Secara sederhana kolik adalah rasa sakit perut hebat pada bayi yang membuatnya menangis kencang dan kuat. Penyebabnya bisa beberapa hal, yang paling ringan adalah sembelit (konstipasi), alergi susu sapi, serta asupan makanan ibu yang berpengaruh terhadap kandungan ASI sehingga menimbulkan nyeri pada perut bayi.

 

Berikut ini beberapa gejala ketika si kecil menderita kolik:

  1. Menangis tanpa henti, kadang-kadang sampai berjam-jam.
  2. Tangisan meningkat menjadi jeritan.
  3. Si kecil mungkin terlihat menarik kakinya ke arah perut.
  4. Si kecil terlihat mengepalkan tangan, atau memukul-mukulkannya.
  5. Perutnya mungkin keras seperti penuh dengan gas.
  6. Si kecil mungkin sesekali mengeluarkan suara kentut yang keras atau buang air besar.

 

Apabila buah hati bunda menangis terus, bunda boleh jadi merasa sedih dan bingung, terlebih jika hal itu terjadi ketika bunda sedang menghadapi masalah lain. Namun cobalah berpikir positif bahwa karena buah hati bunda tidak demam maka bunda dapat berasumsi bahwa situasi ini tidak berbahaya dan akan reda dengan sendirinya. Berikut beberapa cara yang dapat bunda lakukan.

 

Pertama, balurkan minyak penghangat khusus bayi pada bagian perut si kecil sambil memberinya pijatan lembut di daerah itu.

 

Kedua, gendong buah hati bunda dengan mantap dan aman dalam posisi vertikal kemudian berjalan-jalan. Berjalan-jalan bisa membuat si kecil merasa lebih baik, sekaligus mengurangi kecemasan bunda.

 

Ketiga, jangan lupa memerhatikan kemungkinan bahwa tangisan si kecil terjadi karena sebab lain, bukan kolik. Mungkin popoknya basah atau membuatnya merasa perih. Mengganti popok dapat mengalihkan perhatian bunda berdua.

 

Keempat, meskipun terasa sulit, cobalah menciptakan suasana santai dan tenang. Putar musik lembut untuk menenangkannya. Bunyi detik lembut jam bukan digital juga dapat memberikan efek yang menenangkan.

 

Kelima, masukkan air hangat ke dalam botol air panas, bungkus dengan serbet kemudian tempelkan ke perut si kecil. Bantal pemanas juga boleh bunda gunakan, tetapi jangan terlalu panas dan jangan lupa mencabut kabelnya dahulu dari colokan listrik sebelum memakainya.

 

Keenam, ada bayi terserang kolik yang merasa lebih tenang ketika mendengar bunyi dan getaran. Coba nyalakan penyedot debu atau pengering rambut. Semoga saja buah hati bunda menjadi lebih tenang sampai koliknya hilang.

 

Ketujuh, sebaiknya bunda tidak sendirian, coba bergantian menggendong si kecil dengan pasangan bunda, atau siapa pun yang memiliki kedekatan dengan buah hati bunda. Gunakan kesempatan itu untuk beristirahat dan berpikir positif.

 

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter? Sebetulnya, bunda dapat sedini mungkin berkonsultasi dengan dokter, karena pemeriksaan yang cermat dapat membantu menyingkirkan beberapa kemungkinan yang paling buruk. Yang jelas, jika serangan kolik berlangsung lama sekali atau serangan yang sama terjadi berulang-ulang, konsultasi dengan dokter mungkin sebuah keharusan. Meskipun tidak kita harapkan, penyebab si kecil menangis terus-menerus boleh jadi masalah lain yang lebih serius dan memerlukan tindakan medis. ***

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: