Mengapa Terjadi Sumbatan Pada Hidung?

Jan 22, 2016 7:14pm

Sudah sehari ini Tina rewel. Balita tiga tahun yang biasanya ceria dan manja ini tampak tidak bersemangat. Selera makannya juga berkurang. Ia kelihatan sulit bernapas. Untuk menghirup udara ia cenderung membuka mulutnya, begitu pula sewaktu ia mengeluarkan kembali udara dari dalam parunya. Pada malam hari, meskipun mengantuk, ia terus gelisah dan sulit tidur.

 

Karena masih dapat menghirup dan menghembuskan napas dari mulut, kita boleh menyimpulkan bahwa sumbatan hanya terjadi di rongga hidung. Sumbatan pada hidung atau kongesti nasal adalah gejala hidung tersumbat ketika membran mukosa di rongga hidung mengalami pembengkakan. Kongesti nasal dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti selesma, alergi (terhadap debu, serbuk bunga, atau kutu binatang), infeksi sinus, flu, atau malahan penggunaan obat-obat dekongestan yang berlebihan. Yang perlu menjadi perhatian bagi bunda adalah bahwa kongesti nasal yang dibiarkan terlalu lama dapat berpengaruh terhadap fungsi telinga dan perkembangan kemampuan berbicara pada anak.

 

Agar dokter dapat memberikan terapi yang tepat, perlu diketahui faktor penyebab yang sesungguhnya guna mencegah timbulnya komplikasi yang berbahaya, khususnya ketika kondisi ini diderita oleh seorang anak. Bayi yang berusia kurang dari tiga bulan hanya bernapas melalui hidung. Oleh sebab itu kongesti nasal yang terjadi pada bayi dalam golongan usia ini dapat membuatnya sulit bernapas dan membahayakan jiwanya.

 

Ketika buah hati bunda mengalami keadaan seperti di atas, ada baiknya bunda tahu sedikit tentang cara melakukan pemeriksaan yang akan mengantar bunda ke kesimpulan dan langkah-langkah selanjutnya.

 

Pertama adalah memeriksa apakah sekret yang keluar dari hidung buah hati bunda berwarna kuning kehijauan (purulen). Ingat-ingat apakah ada riwayat penyakit saluran pernapasan. Periksa apakah suhunya meninggi (lebih dari 38,5 derajat Celsius) selama lebih dari 24 jam. Tanyakan apakah tenggorokannya terasa nyeri. Tanyakan pula apakah ia menderita sakit kepala.

 

Apabila jawabnya ya, mungkin sekali buah hati bunda menderita flu. Untuk ini bunda dapat mengobatinya dengan Termorex Plus, atau Termorex Drop apabila buah hati bunda masih berusia di bawah dua tahun.Seandainya jawabnya tidak, boleh jadi buah hati bunda menderita alergi entah karena debu, serbuk bunga, atau kutu binatang.

 

Apa pun penyebabnya, bunda dapat berbuat sesuatu untuk meringankan penderitaan buah hati bunda. Bunda dapat memberikan terapi inhalasi uap panas. Caranya adalah dengan mendidihkan 4 sampai 6 gelas air, tempatkan dalam sebuah mangkuk yang cukup besar. Suruh buah hati bunda menunduk di atas mangkuk itu dan mengerudunginya dengan handuk sehingga uap panas dapat terhirup secara maksimal. Terapi ini dapat dilakukan selama 10 sampai 15 menit. Beri minum sebanyak-banyaknya untuk mengencerkan lendir dalam rongga hidungnya. Ketika tenggorokan sedang sakit, anak-anak cenderung menolak air putih atau air teh tawar, maka bunda dapat menggantinya dengan jus jeruk atau teh manis.

 

Apabila pertolongan pertama seperti di atas kurang berhasil meredakan penderitaan buah hati bunda, ada baiknya bunda membawanya ke dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut dan diberi obat dengan jenis dan takaran yang paling tepat. Boleh jadi dokter akan memberinya dekongestan atau antihistamin atau antialergi. Mengapa bunda tidak boleh membeli sendiri obat-obat tersebut ke apotik untuk kasus ini? Itu karena pemberian dekongestan yang berlebihan, tidak tepat, dan dalam waktu lama justru dapat menyebabkan kongesti nasal.

 

Karena efek samping yang serius, anak-anak biasanya tidak diberi dekongestan topikal (misalnya diteteskan), maka terapi yang dianjurkan oleh dokter biasanya adalah inhalasi uap atau plester khusus yang ditempelkan di batang hidung. ***

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: