Malaria, Pencegahan, dan Pengobatannya

Aug 04, 2015 1:21pm

Si Sulung baru pulang dari berlibur di rumah neneknya di kampung, tetapi sekitar 10 hari kemudian tiba-tiba ia mengeluh tidak enak badan, suhu badan naik sedikit, mudah lelah, sakit kepala, pegal-pegal, dan menggigil. Kebanyakan orang akan mengira ia hanya tertular influenza dan tidak terlalu diambil pusing.

 

Tetapi coba diingat-ingat. Dari mana si Sulung pulang? Kalau kota atau daerah tempat neneknya tinggal mungkin termasuk kawasan yang terkenal dengan malaria, barangkali bunda harus lebih cermat dan lebih berhati-hati, karena boleh jadi si Sulung tertular malaria.

 

Untuk sederhananya malaria adalah penyakit infeksi protozoa yang disebabkan oleh sporozoa dari genus Plasmodium, ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Anopheles. Empat spesies yang beraksi di Indonesia adalah Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malaria, dan Plasmodium ovale.

 

Terlalu rumit? Ayolah, sesudah kegiatan yang ringan-ringan seperti bergosip baik di darat maupun di media sosial, ada baiknya bunda mengasah otak sedikit demi kecerdasan keturunan bunda yang mendatang.

 

Gambaran klinis untuk penyakit malaria adalah sebagai berikut. Masa tunas parasit ini 10-14 hari untuk P vivax dan P falciparum, sedangkan untuk P malaria bisa antara 18 hari dan 6 minggu. Dua atau tiga hari pertama ditandai dengan sindrom prodromal berupa suhu badan naik sedikit, malaise (mudah lelah), sakit kepala, mialgia (pegal-pegal), dan menggigil.

 

Gejala klinis malaria bergantung pada parasit penyebabnya. Pada malaria vivax dan oval serangan pertama datang tiba-tiba, yaitu menggigil yang diikuti demam, kemudian suhu badan menurun disertai pengeluaran keringat yang berlebihan. Serangan terjadi berulang tetapi tidak teratur. Dalam waktu seminggu akan terjadi serangan yang menetap. Menggigil didahului malaise dan sakit kepala. Kadang-kadang mengigau. Demam dapat berlangsung 1-8 jam. Apabila demam surut penderita akan merasa sehat sampai serangan berikutnya datang. Siklus ini berlangsung tiap 48 jam. Jadi bunda sebaiknya tidak melepaskan kewaspadaan.

 

Pada malaria falciparum, penderita tidak menggigil, hanya merasa dingin, sementara suhu badan meningkat secara berangsur dan turun dengan cepat. Serangan hebat berlangsung selama 20-36 jam. Keadaan penderita lebih lemah dibanding penderita malaria vivax. Di antara dua serangan yang terjadi (yang bisa berselang 36-72 jam) penderita merasa masih sedikit demam. Suhu badan dapat mencapai 40 derajat Celsius, disertai sakit kepala hebat, mengantuk, dan mengigau. Bunda harus hati-hati kalau sudah begini. Ini menunjukkan bahwa parasit telah menyerang otak dan babak akhirnya bisa fatal.

 

Berdasarkan penatalaksanaannya, pengobatan malaria dibedakan antara tata laksana kasus malaria ringan (tanpa komplikasi) dan tata laksana kasus malaria berat (dengan komplikasi). Untuk malaria ringan obat yang diberikan biasanya adalah kombinasi artesunate + amodiakuin, kombinasi artemeter-lumenfantrine, atau kombinasi dihidroartemisinin-peperakuin.

 

Obat-obat untuk malaria menjadi rumit karena telah terjadi resistensi parasit malaria terhadap obat konvensional seperti klorokuin dan sulfadoksin-pirimetamin.

 

Apabila bunda telah membawa si Sulung ke dokter, menjalani pemeriksaan darah dan sebagainya, itu baru langkah permulaan. Bahkan seandainya keadaan terkesan membaik, pemantauan lanjutan secara berkala sesuatu yang wajib. Penderita malaria perlu menjalani pemeriksaan darah untuk malaria pada hari ke-2, ke-3, ke-7, ke-14, ke-21, dan ke-28. Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah gagal ginjal. ***

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: