Kenali Tonsilitis atau Radang Amandel Pada Anak

May 09, 2016 5:01pm

Pagi hari itu Sita tampak gelisah. Sebetulnya ia ingin sekali tinggal di rumah menemani Caca putrinya yang sedang berbaring di rumah karena demam. Namun pekerjaan di kantor tidak mungkin dikerjakan oleh orang lain dan harus selesai hari itu juga.

 

Kemarin malam, bersama suaminya ia telah membawa Caca ke dokter karena gejala demam yang tinggi tetapi dokter hanya memberinya penurun panas, obat kumur dan vitamin. Tenggorokan Caca terasa nyeri sekali, terlebih ketika harus menelan makanan, dan pada pemeriksaan awal tampak bahwa tonsilnya bengkak dengan bercak-bercak putih di permukaannya. Yang meresahkan sekali bagi ibu muda itu adalah karena masalah kesehatan yang satu ini telah membuat Caca kehilangan selera makan, dan ini jelas membuat daya tahan tubuhnya berangsur-angsur menurun. Anak itu menjadi lesu, mudah kesal, dan sebagainya.

 

Tonsil adalah gumpalan jaringan lunak yang merupakan bagian dari sistem kekebalan. Kita memiliki dua buah tonsil, masing-masing sebuah di bagian samping belakang mulut. Ukuran tonsil pada tiap orang berbeda-beda. Fungsi utama tonsil adalah menangkap kuman (bakteri dan virus) yang datang entah dari hidung maupun mulut. Protein-protein yang disebut antibodi yang dihasilkan oleh sel-sel kekebalan dalam tonsil membantu mematikan kuman-kuman dan membantu mencegah infeksi tenggorokan dan paru.

 

Apakah tonsilitis menular? Tonsilitis termasuk penyakit karena infeksi dan infeksi itu dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Infeksi ini dapat menyebar melalui kontak fisik atau butir air di udara yang tersembur ke luar bersama bersin atau batuk. Jadi, betul, tonsilitis dapat menular.

 

Apakah tonsilitis harus diobati? Salah satu opsi yang tersedia bagi bunda adalah tidak mengobati. Sebabnya adalah karena banyak infeksi tonsil yang ringan dan segera sembuh dengan sendirinya. Apabila menurut bunda opsi ini yang terbaik, penanganan yang dianjurkan adalah meningkatkan kekebalan tubuh dan banyak minum. Repotnya, sakit sewaktu menelan membuat buah hati bunda enggan minum, apalagi makan. Bagaimanapun, cari cara supaya kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, misalnya dengan menyediakan minuman yang manis atau disukai oleh buah hati bunda, terutama jika buah hati bunda mengalami demam. Kekurangan cairan dalam tubuh (dehidrasi ringan) dapat membuat sakit kepala dan letih-lesu bertambah buruk. Oleh sebab itu, minum sebanyak-banyaknya adalah cara menolong yang utama. Untuk sementara makanan yang diberikan sebaiknya bubur atau penganan yang lembut.

 

Bagaimanapun, bunda pasti tidak tahan melihat penderitaan buah hati bunda, terutama jika demamnya terlalu tinggi dan nyerinya terlalu menyiksa. Untuk ini bunda dapat memberinya penurun panas dan pereda nyeri, misalnya parasetamol. Bunda dapat memberinya parasetamol dengan takaran yang sesuai dengan usia buah hati bunda. Obat isap, obat kumur, dan obat semprot yang tersedia di toko obat mungkin dapat meredakan nyeri, tetapi obat-obat itu tidak membuat proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.

 

Apakah bunda harus meminta antibiotik untuk buah hati bunda? Biasanya tidak. Kebanyakan infeksi tenggorokan dan tonsil disebabkan oleh virus. Tanpa uji laboratorium biasanya mustahil mengatakan bahwa penyebabnya bakteri. Antibiotik membunuh bakteri, tetapi tidak membunuh virus.

 

Bahkan apabila penyebabnya bakteri pun, dalam banyak kasus antibiotik tidak menghasilkan perbedaan yang nyata. Sistem pertahanan tubuh akan mengalahkan infeksi itu dalam beberapa hari, entah biang keroknya virus atau bakteri. Selain itu antibiotik kadang-kadang dapat menyebabkan efek samping seperti diare, ruam-ruam, dan sakit perut.

 

Lalu apa yang membuat dokter memberi antibiotik? Dokter baru menggunakan antibiotik apabila infeksinya parah, kalau pasien tidak sembuh setelah beberapa hari, dan kalau sistem kekebalan tubuh tidak bekerja dengan baik (misalnya pernah menjalani pengangkatan limpa, atau sedang menjalani kemoterapi).

 

Karena fungsi tonsil sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, dokter tidak serta merta melakukan tonsilektomi pada setiap kasus tonsilitis. Tonsilektomi hanya dianjurkan bila serangan akut sering berulang, tonsil sangat membesar, dan ada kecurigaan terjadi komplikasi di tempat lain. ***

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: