Kenali Gejala Dehidrasi Pada Anak

Sep 14, 2016 12:18am

Tiba-tiba saya di telpon oleh pihak sekolah, anak saya Deva yang usianya 5 tahun 2 bulan pingsan di sekolah. Setibanya di sekolah, anak saya sudah siuman dan terbaring lemah. Segera saya bawa dia ke dokter. Setelah diperiksa ternyata tubuh Deva terkena dehidrasi. Dari situlah saya baru sadar betapa pentingnya minum air putih untuk anak dalam masa pertumbuhan.

 

Dehidrasi umumnya dikenal dengan istilah kekurangan cairan akibat keluar secara berlebihan dari tubuh, baik dalam bentuk keringat, air seni, bahkan diare. Anak yang berusia 4-8 tahun kebutuhan cairannya adalah 1,6 liter atau 6-7 gelas setiap harinya. Sedangkan anak yang berusia 9 tahun keatas kebutuhan akan cairannya sama dengan orang dewasa yaitu 2 liter atau 8 gelas setiap harinya. Kebutuhan cairan bisa ditambah saat si kecil beraktifitas diluar ruang. 

 

Berikut adalah indikasi yang dapat Bunda lihat jika si kecil mengalami dehidrasi ringan:

  • Si kecil tidak pipis selama 6-8 jam
  • Urin tampak lebih pekat dengan bau yang lebih tajam dari biasanya
  • Si kecil nampak lemas dan lesu, bibir dan mulut tampak kering
  • Serta tidak mengeluarkan air mata saat mereka menangis.

 

Air di dalam tubuh punya peranan yang sangat penting diantaranya sebagai pembentukan sel tubuh, memperlancar sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, memperlancar buang air besar, sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian dan mata serta sebagai media transportasi nutrisi untuk tubuh.

 

Oleh karena itu Bunda, pastikan si kecil cukup minum setiap harinya. Selain air putih, sumber cairan yang bisa bunda berikan kepada si kecil adalah susu, buah yang banyak mengandung air, sayur yang berkuah seperti sup kaldu dan lain-lain.

 

 

 

 

Halaman:

Recommended Article


Our Channels: